logo


Paradigma Pengelolaan Energi Nasional Harus Berubah

Arcandra menekankan, kedaulatan energi menjadi keharusan

5 Desember 2018 06:54 WIB

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

"Kalau kita belum memiliki teknologi, boleh kan kita menggunakan teknologi yang ada dari luar negeri. Kemudian kita belajar untuk menutupi gap (celah ketertinggalan) tersebut," jelas Arcandra.

Pemanfaatan energi secara maksimal dengan harga yang terjangkau sejalan dengan visi-misi pembangunan sektor energi yang diusung oleh Pemerintah, yaitu Energi Berkeadilan.

"Misi kita adalah untuk melayani seluruh rakyat Indonesia. (Melalui) energi berkeadilan sangat kita harapkan untuk pemerataan kemakmuran hingga pelosok-pelosok negeri," pungkas Arcandra.


Keren! Manajer SPBU Bakal Disertifikasi Pertamina

Sebagai informasi, hingga September 2018, kapasitas terpasang pembangkit EBT yang dibangun dengan APBN mencapai 62,4 gigawatt. Sementara kapasitas pembangkit panas bumi sebesar 1.948,5 Mega Watt (MW), tidak jauh dari target 2018 sebesar 2.058,5 MW.

Kapasitas terpasang dari PLTS, PLTMH, dan PLTB mencapai 315,1 MW ditambah 75 MW dari PLTB Sidrap. Dari subsektor bioenergi, kapasitas pembangkit yang terpasang sebesar 1.857,5 MW, terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa, Biogas, Sampah Kota dan BBN, yang sebagian besar merupakan PLT off-grid.

Tak Ada Progres Smelter, Jonan Cabut Izin Ekspor Dua Perusahaan Tambang Ini

Halaman: 
Penulis : Riana