logo


Paradigma Pengelolaan Energi Nasional Harus Berubah

Arcandra menekankan, kedaulatan energi menjadi keharusan

5 Desember 2018 06:54 WIB

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, kembali menekankan target capaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) merupakan penentu tercapainya kedaulatan energi di Indonesia.

Karenanya, kata dia, paradigma pengelolaan energi juga harus berubah. Pasalnya, kedaulatan energi menjadi keharusan karena pemenuhan energi dari dalam negeri akan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, terutama yang berasal dari minyak dan batubara.

"Kapasitas terpasang EBT kita terus meningkat dan paradigma pengelolaan energi nasional harus berubah, dari energi sebagai komoditas ke energi sebagai penggerak roda ekonomi. Melimpahnya sumber energi baru dan terbarukan di Indonesia selayaknya bisa dimanfaatkan secara optimal," kata Arcandra, saat menjadi pembicara di Acara Konferensi Nasional Dewan Eksekutif Mahasiswa se Indonesia di Auditorium UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (4/12).


Keren! Manajer SPBU Bakal Disertifikasi Pertamina


Lebih lanjut, Arcandra menjelaskan, salah satu tantangan pengembangan EBT saat ini adalah mahalnya teknologi yang banyak diimpor dari luar negeri. Untuk itu penguasaan teknologi juga harus mendapatkan prioritas sehingga tidak lagi tergantung pada teknologi luar negeri.

Tak Ada Progres Smelter, Jonan Cabut Izin Ekspor Dua Perusahaan Tambang Ini

Halaman: 
Penulis : Riana