logo


Sempat Dilarang Melakukan Kunjungan ke Kabupaten Nduga, Jokowi: Saya Ini Panglima Tinggi!

Insiden pembantaian di Kabupaten Nduga yang terjadi pada Minggu (2/12) membuat Jokowi teringat bahwa dirinya dulu dilarang untuk melakukan kunjungan ke NdugaInsiden pembantaian di Kabupaten Nduga yang terjadi pada Minggu (2/12) membuat Jokowi teringat bah

4 Desember 2018 15:48 WIB

Jokowi
Jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pembantaian di Kabupaten Nduga yang menewaskan 31 pekerja mengingatkan kepada Jokowi ketika ia dilarang untuk melakukan kunjungan ke Nduga.

Pada tahun 2015, Jokowi pernah mengunjungi Nduga. Tetapi, keinginan Jokowi sempat ditolak oleh Panglima TNI dan Kapolri Jendeal Tito Karnavian dengan alasan jaraknya yang jauh dan juga faktor kemanan.

Baca Juga: Dinding Tugu Monas Rusak, Pemprov Jakarta Minta Duit Rp150 Miliar, Netizen: Sisanya Buat Pesangon Reuni 212


Jokowi Pakai Teks Lagi, Netizen Kesal: Jaenuddin Nachiro!

Jangan Asal Gunakan Termos! Bisa Sebabkan Hipertensi Hingga Gangguan Ginjal

"Karena sudah diberi warning seperti itu, saya sampaikan, kalau saya hanya jawab biasa pasti tetap enggak boleh, saya jawab saat itu, 'ini perintah saya ingin ke Nduga.' Saya kan Panglima Tertinggi," ujar Jokowi yang Jitunews kutip dari akurat.co (4/12).

Ketika di Nduga, Jokowi terkejut karena pada waktu itu kondisi daerahnya masih tertinggal. Pada waktu itu, belum memiliki jalan, apalagi jalan beraspal. Hal itu membuat pemerintah Jokowi bertekad untuk memberikan perhatian khusus, terutama Papua.

Seperti yang kita ketahui, telah terjadi insiden pembantaian di Kabupaten Nduga yang diduga dilakukan oleh OPM dan mengakibatkan 31 pekerja PT. Istaka Karya  menjadi korban.

31 Pekerja Jalan Trans Papua Dibantai dengan Sadis, Netizen: Coba Kalau Presidennya dari Militer, Habis Mereka!

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata