logo


Reuni Massa 212 dan Pengaruhnya dalam Pilpres 2019

Capres petahana Jokowi sepertinya sedang galau

4 Desember 2018 11:10 WIB

Suasana acara Reuni Akbar 212 di Monas, Minggu (2/12)
Suasana acara Reuni Akbar 212 di Monas, Minggu (2/12) Jitunews/Khairul Anwar

Capres petahana Jokowi sepertinya sedang galau, bagaimana tidak upaya kubu petahana dalam satu tahun terahir untuk mencitrakan diri terkesan dekat dengan umat tiba-tiba saja buyar dalam sekejap. Reuni 212 adalah salah satu pokok perkaranya.

Upaya serius Jokowi untuk meredam citra negatif terhadap pemerintahannya satu tahun terakhir sangat gencar dilakukan. Citra rezim anti Islam dan tuduhan meng-kriminalisasi ulama menjadi titik lemah Jokowi untuk kembali terulang pertarungan lama head to head antara Jokowi vs Prabowo dalam pilpres 2019 mendatang.

Sadar akan citra negatif tersebut, Jokowi dan partai pengusungnya melakukan pendekatan yang intensif kepada simpul-simpul basis massa pemilih muslim.


Sedih dengan Seruan Habib Rizieq, Golkar: Terlalu Sempit Ukuran Halal dan Haram

Kunjungan ke pesantren menjadi agenda rutin sang presiden dengan intensitas yang cukup tinggi untuk kembali meyakinkan para ulama dan kiyai di pesantren bahwa pemerintahannya berpihak pada umat dan bukan anti Islam seperti yang dituduhkan selama ini.

Salah satu bukti keberpihakan Jokowi terhadap umat, menit-menit terahir (last minute) Jokowi memutuskan memilih ulama yaitu Kiyai Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden pendampingnya.

Pilihan politik ini tentu punya motif yang sangat jelas, Jokowi ingin meredam sentimen anti Islam yang dicitrakan pada dirinya dan sekaligus merespon isu SARA yang dituduhkan selama ini.

Apakah Ma’ruf Amin sebetulnya gagal atau berhasil dongkrak elektabilitas Jokowi di mata umat? Saya mencermati Kiyai Ma’ruf Amin yang diharapkan Jokowi mampu mengambil empati ceruk segmen pemilih muslim dianggap belum berhasil, belum menemukan isu dan momentumnya, kesimpulan yang tidak terlalu prematur.

Apakah ada aroma politis dalam reuni 212? Saya katakan tentu ada, gerakan moral melawan kriminalisasi ulama, penistaan agama dan ghiroh persaudaraan, persatuan sesama umat adalah agenda utamanya. Sementara konsolidasi politik mengarah pada salah satu capres hanya bagian dari bonus saja.

Fadli Zon: Reuni 212 Perhelatan Terbesar di Planet Bumi

Halaman: