logo


Jamin Keamanan Produk, KKP Perkuat Pengendalian Residu dan Kontaminan Proses Produksi Akuakultur

Keberterimaan produk akuakultur menjadi mutlak untuk meningkatkan daya saing baik di pasar domestik maupun ekspor

3 Desember 2018 11:31 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto Humas DJPB

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Keberterimaan produk akuakultur menjadi mutlak untuk meningkatkan daya saing baik di pasar domestik maupun ekspor. Oleh karena itu, sebagai bagian penting dalam suplai kebutuhan pangan, maka aspek keamanan pangan menjadi keniscayaan dalam meningkatkan preferensi konsumen.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menjelaskan lebih lanjut bahwa seiring dengan tren kebutuhan ikan yang kian meningkat, maka subsektor akuakultur harus yang terdepan dalam mensuplai kebutuhan tersebut. Namun menurut Slamet, produk yang dihasilkan harus dapat dipertanggungjawabkan dari aspek mutu dan keamanannya.

"Ini bentuk tanggungjawab kita, bahwa aspek keamanan pangan harus dikedepankan untuk menjamin kesehatan masyarakat sebagaimana amanat dalam UU nomor 18 tahun 2012 tentang Ketahanan Pangan. KKP dalam hal ini sangat berkomitmen, salah satu dengan dikekuarkannya Permen KP No 39 tahun 2015 tentang Pengendalian Residu Obat Ikan, Kimia dan Kontaminan", jelas Slamet dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/11).


KKP Dorong Industri Patin Indonesia Rebut Pasar Global

Berdasarkan data hasil monitoring residu dari tahun 2010-2018 menunjukkan bahwa data hasil uji non compiant (NC) terus menurun, bahkan data hingga triwulan IV tahun 2018 belum ada sampel yang terdeteksi mengandung residu atau non compiant.

Disamping itu, capaian dari pembangunan sistem monitoring residu nasional tersebut telah berhasil meningkatkan kepuasan para buyer terhadap kualitas produk perikanan Indonesia. Hal ini dibuktikan bahwa hingga saat ini Indonesia belum pernah mendapat laporan atau surat Rapid Allert System For Food and Feed (RASFF) dari negara buyer khususnya terkait cemaran atau residu pada produk perikanan budidaya kita yang di ekspor.

"Ini adalah suatu prestasi yang dapat kita banggakan bersama, karena berkat kerja keras kita bersama selama ini, produk perikanan budidaya yang diekspor memiliki daya saing dan nilai jual yang sangat kompetitif," imbuhnya.

Bisnis Akuakultur Siap Bertransformasi ke Era Industri 4.0

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata