logo


Ingatkan Reuni 212 Harus Netral, Suharno: Jangan Menjual Ayat Suci untuk Peroleh Kekuasaan

Suharno menuturkan, perbedaan pandangan politik yang membuat kondisi Indonesia terpecah belah sebaiknya tidak ditiup-tiupi lagi

30 November 2018 20:41 WIB

Ketua Umum Partai Republik yang juga Calon Anggota DPD RI Dapil Jabar, Mayjen TNI (Purn) Suharno (kanan), saat menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11).
Ketua Umum Partai Republik yang juga Calon Anggota DPD RI Dapil Jabar, Mayjen TNI (Purn) Suharno (kanan), saat menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Calon Anggota DPD RI Dapil Jabar, Mayjen TNI (Purn) Suharno, menyambut baik adanya acara Reuni Akbar Mudjahid 212 bakal digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada hari Minggu (2/12) mendatang.

“Saya pikir agenda Reuni 212 yang saya baca ini baik, mereka sedari subuh menjalani ibadah di Monas, kemudian dimulai dengan ceramah-ceramah agama,” ujar Suharno saat menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11).

Lebih jauh, Ketua Umum Partai Republik ini mengingatkan, jangan sampai acara Reuni Akbar 212 tersebut disusupi oleh kepentingan-kepentingan politik tertentu.


Reuni Akbar 212: Jokowi Harus Hadir, Jika Prabowo Tak Hadir Maka Pangungnya Jokowi yang Punya

Pasalnya, tidak lama lagi akan ada pelaksanaan Pemilu dan Pilpres yang dipastikan intensitas politiknya meninggi.

“Mari kita berpolitik dengan baik, tidak perlu menjual ayat-ayat suci untuk memperoleh kekuasaan. Mari kita berjalan pada rel yang benar,” tuturnya.

Suharno menuturkan, perbedaan pandangan politik yang membuat kondisi Indonesia terpecah belah sebaiknya tidak ditiup-tiupi lagi, sehingga perpecahan politik ini tidak semakin menganga kedepannya.

“Kita mulai dengan politik santun untuk kehidupan yang lebih baik. Pemilu hanya proses rutin 5 tahunan tapi indonesia harus tetal berdiri kokoh. Jangan hancurkan Indonesia dengan cara-cara politik yang tidak beradab,” pungkasnya.

Habib Novel: Siapapun Presidennya, Acara Reuni Akbar 212 Akan Tetap Dilaksanakan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana