logo


Kata Arcandra Soal Urgensi Sinergi Manusia dengan Revolusi Industri 4.0

Kata Arcandra, revolusi industri 4.0 tidak boleh mematikan lapangan pekerjaan untuk manusia.

29 November 2018 08:00 WIB

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar Dok. KESDM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, menegaskan, teknologi yang terus berkembang saat ini seharusnya dapat membantu manusia dalam kegiatan ekonomi dan bukan sebaliknya, perkembangan teknologi malah membuat manusia tersingkir dan tergantikan oleh mesin dalam kegiatan ekonominya.

Kata Arcandra, revolusi industri 4.0 tidak boleh mematikan lapangan pekerjaan untuk manusia.

"Professor Bernard Roth dari Stanford University, menurut saya adalah professor yang menginspirasi tumbuhnya industri yang berbasis IT. Dia mengatakan, seharusnya teknologi dalam revolusi 4.0 tidak boleh mematikan lapangan pekerjaan untuk manusia, jadi artificial intelligence atau robotic, itu tidak boleh mematikan pekerjaan untuk manusia," ujar Arcandra, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Kompetensi Lulusan Pendidikan Vokasi yang dilaksanakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (28/11).


Dirjen Migas: Harga Pertamax Cs Bakal Turun

Arcandra mengungkapkan, meski terlihat kontrakdiktif, dimana satu sisi menganggap artificial intelligence akan mengurangi pekerjaan manusia, menurut Professor Bernard, revolusi industri 4.0 justru harus ditujukan untuk memudahkan pekerjaan manusia.

"Jika ada proyek yang berkaitan dengan design yang berhubungan dengan automasi, berhubungan dengan artificial intelligence yang akan mematikan pekerjaan manusia, maka Professor Bernard akan menolak pekerjaan itu," terang Arcandra.

Dorong Lokalisasi Industri, Jonan: Dunia Berubahnya Sangat Cepat

Halaman: 
Penulis : Riana