logo


Genjot Penggunaan Listrik EBT, Ini Aturan PLTS Atap Bagi Konsumen PLN

Diuraikan Rida, tren global saat ini menunjukkan bahwa penggunaan PLTS semakin diminati.

28 November 2018 21:49 WIB

Ilustrasi pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (solar cell).
Ilustrasi pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (solar cell). Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam rangka meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT), meningkatkan efisiensi energi, serta mendorong penggunaan energi bersih yang ramah lingkungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar sosialisasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap bagi Konsumen PLN.

Kebijakan yang ditandatangani oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan ini akan berlaku efektif pada 1 Januari 2019. Ketentuan ini menekankan pada masyarakat yang memakai jaringan PLN ongrid.

Meski judulnya menggunakan kata "Atap", namun ketentuan ini juga berlaku untuk penggunaan modul fotovoltaik yang dipasang dan diletakkan di dinding, atau bagian lain dari bangunan dan lahan kosong milik konsumen PLN.


Harga Pertamax Cs Bakal Turun? Ini Kata Pertamina

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, mengungkapkan, sejak berlakunya beleid ini juga memberikan payung hukum bagi semua pihak dalam implementasi pemanfaatan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh konsumen PT PLN (Persero).

Diuraikan Rida, tren global saat ini menunjukkan bahwa penggunaan PLTS semakin diminati. Banyak masyarakat yang tertarik menggunakan PLTS untuk kebutuhan listrik rumah tangga.

"Dari mulai selebriti, legislator, senator, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi pemuda, teman-teman yudikatif juga nanya ke saya bagaimana cara memasang PLTS Atap," ungkap Rida, dikutip dari laman esdm.go.id, Rabu (28/11).

Dorong PLTS Atap, Jonan Tegaskan Harga Jualnya Harus Adil

Halaman: 
Penulis : Riana