logo


Program 35.000 MW Tak Bisa Dipaksakan Selesai Pada 2019

Berdasarkan perhitungan, bila 35.000 MW diselesaikan seluruhnya pada 2019 maka akan terjadi kelebihan daya yang cukup besar.

26 November 2018 22:41 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Menteri ESDM Ignasius Jonan. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, memproyeksikan, investasi program 35.000 megawatt (MW) tidak bisa dipaksakan selesai seluruhnya pada 2019 seperti rencana awal.

Pasalnya, kata dia, berdasarkan perhitungan, bila 35.000 MW diselesaikan seluruhnya pada 2019 maka akan terjadi kelebihan daya yang cukup besar.

"Kalau dijalankan bisa 60% (reserve margin) ini terlalu besar. Makanya kami geser sampai 2024-2025," beber Jonan di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Senin (26/11).


Pertamina: Konsumsi Pertamax di Sumbagut Melonjak Dibanding Tahun Lalu

Jonan melanjutkan, hingga akhir tahun ini, pembangkit yang beroperasi atau Commercial on Date (COD) diperkirakan dapat mencapai 11.000-11.500 MW. Sementara itu, pada tahun depan diperkirakan bisa mencapai 15.000 MW.

"Kalau tanya sekarang mungkin total sejak pemerintah sekarang 10.000-11.000 MW COD, sampai akhir tahun 11.000-11.500 MW," tuturnya.

Lebih jauh, Jonan pun tak menampik investasi di sektor ESDM menurun. Dia hanya menyebut disebabkan oleh banyak faktor.

"Investasi memang slowing down, saya tidak beralasan ini itu karena banyak faktor. Tapi yang saya katakan begini, kita mencoba mendudukkan investasi itu pada sektor-sektor kegiatan yang dibutuhkan," tukas Jonan.

 

 

KESDM Uji Coba B20 Pada Kereta Api, Hasilnya Ini

Halaman: 
Penulis : Riana