logo


Subsidi Energi Melonjak, Jonan: Tolong Jangan Dipotong, Penerimaan Negara Juga...

Penerimaan negara, kataJonan, ditargetkan Rp 120 triliun ditambah dengan pajak Rp 150 triliun.

26 November 2018 21:24 WIB

Menteri ESDM, Ignasius Jonan
Menteri ESDM, Ignasius Jonan Dok. KESDM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan, subsidi energi tahun ini diproyeksi mencapai Rp 150 triliun. Sementara, alokasi subsidi dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sekitar Rp 96 triliun.

"Subsidi tahun ini berapa pak? Plus minus Rp 145-150 triliun. Naik Rp 96 triliun dari APBN menjadi Rp 150 triliun. Gampangnya begini listrik Rp 60 triliun, BBM Rp 30 triliun, elpiji Rp 60 triliun," beber Jonan di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Senin (26/11).

Jonan mengakui besarnya subsidi tersebut membebani negara. Tetapi, kata dia, penerimaan di sektor energi juga dua kali lipat, sehingga besarnya subsidi tidak menjadi masalah.


Resmi, Jonan Akhirnya Terbitkan Permen Tentang Panel Surya Atap

Penerimaan negara, kata Jonan, ditargetkan Rp 120 triliun ditambah dengan pajak Rp 150 triliun.

"Tapi kalau Anda lihat membebani keuangan negara nggak, jawabannya iya. Namun begini, tolong jangan dipotong-potong, penerimaan negara dari sektor ESDM juga naik, targetnya Rp 150 triliun, maaf, kalau nggak salah Rp 120 triliun plus pajak Rp 150 triliun. Sekarang ini penerimaan negara hampir kira-kira Rp 300 triliun," tegasnya.

Jonan menjelaskan, hal subsidi tersebut tidak akan menjadi masalah. Alasannya, penerimaan negara juga naik ketika subsidi dinaikkan.

"Penerimaan negara double, jadi kalau kita lihat, itu penerimaan dari total Rp 150 triliun menjadi Rp 300 triliun," pungkasnya.

 

KESDM Minta BUMN Tambang Genjot Gasifikasi Batubara, Alasannya Ini

Halaman: 
Penulis : Riana