logo


KESDM Pastikan Tak Ada Perubahan Harga Gas untuk Listrik

Menurut Arcandra, acuan harga gas tidak dibahas dalam penyusunan RUPTL 2019-2028

23 November 2018 19:47 WIB

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar Dok. KESDM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, memastikan tak ada perubahan harga gas bumi untuk kelistrikan.

Adapun, perubahan harga gas untuk kelistrikan mencuat dari hasil Rapat Panitia Kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan PLN. Hasil rapat tersebut meminta harga gas untuk pembangkit listrik dipatok sebesar US$ 6 per mmbtu.

Arcandra mengatakan, penetapan harga gas untuk pembangkit listrik masih mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 45 Tahun 2017 tentang pemanfaatan gas bumi untuk pembangkit listrik, sehingga belum ada rencana perubahan formula baru.


KESDM Revisi Formula Harga Premium, Efeknya Nanti Bisa Lebih…

"Sesuai Peraturan Menteri 45 tahun 2017," kata Arcandra, di Jakarta, Jumat (23/11).

Arcandra menuturkan, acuan harga gas untuk kelistrikan yang diatur dalam Peraturan tersebut adalah, 8 persen dari harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) untuk harga gas yang dibeli dari mulut sumur (wellhead). Selain itu, 14,5 persen ICP untuk pembelian gas di titik serah (plant gate).

"Peraturan menterinya tetap 8 persen di wellhead dan 14,5 persen (sampai plaant gate)," tutur Arcandra.

Menurut Arcandra, acuan harga gas tidak dibahas dalam penyusunan RUPTL 2019-2028. Sehingga menjadi sinyal penetapan harga gas yang dipatok untuk sektor kelistrikan tidak akan diterapkan.

"Tetap dengan Permen yang ada, tetap dengan harga yang ada di Peraturan Menteri," tuntasnya.

 

Segera, Kontrak Tiga Blok Terminasi Bakal Diteken KESDM

Halaman: 
Penulis : Riana