logo


RI - Jerman Sepakat Kembangkan Energi Terbarukan

Pemerintah Indonesia memerlukan dukungan dan kerja sama dari negara-negara yang telah maju dalam pengembangan energi terbarukan.

21 November 2018 19:58 WIB

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE)  Kementerian ESDM, Rida Mulyana, saat acara Indonesian-German Renewable Energy Day di Jakarta, Rabu (21/11).
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, saat acara Indonesian-German Renewable Energy Day di Jakarta, Rabu (21/11). Dok. KESDM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, menegaskan, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan energi yang adil, yang bertujuan untuk memberikan akses yang sama terhadap energi bagi masyarakat Indonesia, melalui pengembangan infrastruktur energi dan mengoptimalkan potensi sumber energi lokal dengan ketersediaan yang terjamin, aksesibilitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan.

"Untuk mewujudkan itu, Pemerintah melakukan upaya terbaik, di antaranya meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 99,9% pada 2019 dan memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan untuk menjamin keberlanjutan dan keterjangkauan energi," tutur Rida di acara Indonesian-German Renewable Energy Day di Jakarta, Rabu (21/11).

Rida juga menambahkan bahwa pada periode 8 tahun terakhir, rasio elektrifikasi sudah meningkat dari 67,2% menjadi 98,05%, dengan bauran energi untuk pembangkit listrik sebagian besar dari energi fosil.


Hitung-hitungan Inalum, 2023 Puncak Pendapatan Freeport Indonesia Sebesar…

"Selama periode 2010 hingga 2018, rasio elektrifikasi meningkat dari 67,2% menjadi 98,05%. Namun, bauran energi utama untuk pembangkit listrik masih didominasi oleh energi fosil, dengan batubara sebesar 58,64%, gas 22,48%, minyak 6,18%, dan energi terbarukan sekitar 12,71%," jelas Rida.

SPBU BBM Satu Harga Jadi Idola Warga Maybrat Papua Barat

Halaman: 
Penulis : Riana