logo


Hitung-hitungan Inalum, 2023 Puncak Pendapatan Freeport Indonesia Sebesar…

Pendapatan Freeport tahun 2023 tersebut melampaui pendapatan pada tahun 2021 yang diperkirakan mencapai USD 5,121 miliar

21 November 2018 10:09 WIB

Wilayah area pengolahan mineral tambang Erstberg PT Freeport Indonesia di Tembaga Pura.
Wilayah area pengolahan mineral tambang Erstberg PT Freeport Indonesia di Tembaga Pura. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Holding Pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, memproyeksikan puncak pendapatan finansial PT Freeport Indonesia mencapai angka tertinggi pada tahun 2023 sebesar USD 7,463 miliar.

Head of Corporate Communication and Government Relations Inalum Rendi Witular, membeberkan, pendapatan Freeport tahun 2023 tersebut melampaui pendapatan pada tahun 2021 yang diperkirakan mencapai USD 5,121 miliar, yang sebelumnya disebut Inalum merupakan puncak pendapatan Freeport sebelum akhirnya mulai menurun pada 2034.

Sebelumnya, perusahaan induk BUMN pertambangan Inalum menyatakan sudah mendapatkan dana pembelian 51 persen saham milik asing di Freeport Indonesia sebesar USD 4 miliar atau setara Rp58,4 triliun (kurs Rp14.600) dari hasil penerbitan obligasi global.


Papua Rasakan Nikmatnya BBM Satu Harga, Peran Pertamina Diapresiasi

“Dana obligasi global sudah diperoleh. Dengan begitu kami sudah siap melakukan transaksi dengan Freeport,” kata Rendi, dilansir dari Antara.

Lebih jauh, Rendi menjelaskan, dana hasil obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai transaksi pembelian saham mayoritas Freeport dan sisanya untuk refinancing.

Hore! Harga BBM di Pedalaman Kalsel Kini Seperti di Jawa

Halaman: 
Penulis : Riana