logo


Perjanjian Dagang RI-Australia Tak Kunjung Deal di Karenakan Masalah 'Sensitif' Ini

Pengesahan perjanjian perdagangan bebas antara Australia dan Indonesia dikabarkan terhambat.

19 November 2018 13:27 WIB

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi Twitter @jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengesahan perjanjian perdagangan bebas antara Australia dan Indonesia dikabarkan terhambat. Menurut Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham, penyelesaian kesepakatan dengan Indonesia tertunda akibat masalah penerjemahan dokumen.

"Ada beberapa masalah penerjemahan yang masih harus ditangani pekan lalu," ucap Simon Birmingham kepada ABC TV seperti dikutip Reuters, Senin (19/11).

BACA JUGA: Gak Cuma Sandiaga, Jokowi Juga Digandrungi Sama 'Kalangan' Ini


Program Tidak Jelas, Megawati Sebut Gaya Kampanye Prabowo 'Ikut-ikut' Donald Trump

"Kami akan menyelesaikan semuanya, dan ketika (dokumen perjanjian) itu sudah cocok bagi kedua negara, kami (Australia-RI) akan melanjutkannya dan menandatanganinya."

Kesepakatan dagang bernilai US$11,4 miliar (sekitar Rp17,3 triliun) itu tertuang dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komperhensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Perjanjian bilateral itu telah digodok kedua negara selama lebih dari satu dekade.

Perjanjian itu dimaksudkan untuk meningkatkan neraca perdagangan kedua negara dalam berbagai bidang mulai dari kerajinan, agrikultur, hingga peternakan.

IA-CEPA sebenarnya telah disepakati pada Agustus lalu dan direncanakan akan diteken oleh PM Scott Morrison dan Presiden Joko Widodo pada akhir tahun ini.

Rencana itu nampaknya meleset lantaran kedua negara masih belum bisa memastikan kapan perjanjian tersebut disepakati.

Tak Kalah dari Sandiaga, Ternyata Jokowi Juga Favoritnya Kaum 'Emak-emak', Ini Buktinya

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma