logo


KESDM Survei Pembangunan PLTS di Pos Perbatasan TNI AL Sulteng

Kegiatan ini merupakan rangkaian Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ditjen EBTKE dengan TNI Angkatan Laut

19 November 2018 13:26 WIB

PLTS Nunukan
PLTS Nunukan esdm

PALU, JITUNEWS.COM - Kementerian ESDM melalui Badan Layanan Umum Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Puslitbangtek KEBTKE) melakukan survei untuk studi kelayakan dan Detail Enginering Design (DED) untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat di tiga titik pos jaga perbatasan TNI AL Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (16/11) lalu.

Selain sebagai sumber energi, pembangunan PLTS untuk Pos Jaga Perbatasan TNI AL juga dimaksudkan sebagai upaya preventif bersama agar kegiatan, fasilitas, dan infrastruktur bidang ESDM yang berada di daerah perbatasan, terpencil dan pulau terluar mendapatkan pengamanan.

Dikutip dari laman esdm.go.id, Provinsi Sulawesi Tengah memiliki enam pos jaga TNI AL yakni Pos Jaga TNI AL Donggala, POSAL Parigi, POSAL Ampana, POSAL Luwuk, POSAL Melentobang dan POSMAT Morowali.


Di Hadapan Mahasiswa, Arcandra Bicara Resiko Pengelolaan Migas Terkini

Tim yang dipimpin oleh peneliti Slamet tersebut melakukan survei di tiga lokasi yakni, Donggala, Parigi dan Ampana.

Kegiatan survei meliputi penentuan titik lokasi yang akan dipasang PLTS terpusat, pengukuran solar radiasi matahari, kecepatan angin, luas lahan, luas bangunan, daya listrik terpasang, fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Setiap pos jaga diperkirakan membutuhkan daya listrik terpasang/load profile minimal 10 kiloWattpeak (kWp).

Hingga pertengahan November 2018, BLU P3TKEBTKE telah melakukan survei di 23 titik. Survei ini ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir Desember 2018.

Hari Listrik Nasional ke-73, Arcandra: Pelayanan Listrik Harus Lebih Baik!

Halaman: 
Penulis : Riana