logo


Rupiah Menguat, Bamsoet Minta Pemerintah dan BI Antisipatif

“Akhir pekan kedua November 2018, rupiah digambarkan sebagai valuta paling perkasa di Asia karena mengalami penguatan sampai 70 poin, atau 0,48% terhadap dolar AS."

18 November 2018 20:07 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus tetap antisipatif meski nilai tukar rupiah menguat sejak awal pekan ketiga November 2018.

Menurutnya, hal ini dikarenakan nulai tukar valuta masih akan fluktuatif karena pasar uang terus dibayang-bayangi oleh rencana bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed), menaikkan suku bunga acuannya, Fed Fund Rate (FFR), hingga tahun 2019 mendatang.

“Akhir pekan kedua November 2018, rupiah digambarkan sebagai valuta paling perkasa di Asia karena mengalami penguatan sampai 70 poin, atau 0,48% terhadap dolar AS. Pada Jumat (16/11), nilai tukar rupiah sudah memasuki level Rp 14.595 dan Rp 14.665,” ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (18/11).


Kalian Sering Remas Uang Rupiah? Siap-siap Kena Denda dari Bank Indonesia, Dendanya Bikin Melongo

Bamsoet mengatakan bahwa proses penguatan nilai tukar rupiah saat ini tidak bisa dilepaskan dari langkah BI menaikkan bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 perseb belum lama ini.

Namun, proses penguatan rupiah saat ini diasumsikan temporer.

Bamsoet: Pemuda Pancasila Bisa Go International

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Uty Saifin Nuha
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex