logo


Agar Tidak Ada Kerajaan Kecil di Lapas, DPR Kaji RUU tentang Lembaga Kemasyarakatan

Ketua DPR menerima salinan surat dari Presiden tentang RUU Lembaga Pemasyarakatan

17 November 2018 11:15 WIB

Bambang Soesetyo meneirma salinan surat dari Presiden
Bambang Soesetyo meneirma salinan surat dari Presiden Jitunews/Khairul Anwarr

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo menilai konsep Pemasyarakatan tidak hanya sekadar penjeraan, melainkan juga sebagai upaya rehabilitasi dan reintegrasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Menurutnya melalui Pemasyarakatan, WBP diarahkan agar bisa kembali menjadi warga negara yang taat hukum dan tidak kembali mengulangi kesalahannya.

Baca Juga: Menghadapi Kasus Suap Perimbangan Dana Daerah, Direktur CBA: KPK Masak Ciut Nyalinya


DPR: Anak di Bawah 18 Tahun Tidak Boleh Diberi 'Hak Memiliki' Nomor HP

Beredar Foto Keluarga Wiranto Bercadar, Netizen: Katanya Wiranto Anti Islam

"Begitu juga dengan penegak hukum. Setelah pengadilan menjatuhkan vonis dan menyerahkan kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebagai WBP, maka tugas penegak hukum terhadap yang bersangkutan sudah selesai. Dia tidak boleh lagi cawe-cawe. Sepenuhnya WBP menjadi tanggung jawab Lapas," ujar Bamsoet saat menerima Salinan Surat Presiden (Surat tentang RUU Lembaga Kemasyarakatan dari Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami, di Jakarta, Jumat (16/11).

Dalam hal ini, Bamseot mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Lapas. Sebab, akan sukar membuat WBP berubah menjadi lebih baik, jika sistem managemen Pemasyarakatan banyak yang kacau balau.

"DPR RI tidak menutup mata terhadap banyaknya masalah yang terjadi di berbagai Lembaga Pemasyarakatan. Dari mulai overkapasitas, suasana lingkungan yang tak kondusif, sarana dan prasarana yang tak memadai, sampai ketidakprofesionalan para petugas Lapas. Tak jarang, Lapas justru menjadi Kerajaan Kecil bagi WBP maupun bagi petugas disana," ujar Bamsoet.

Menghadapi Kasus Suap Perimbangan Dana Daerah, Direktur CBA: KPK Masak Ciut Nyalinya

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata