logo


Imparsial: Kepentingan Politik dalam Proses Pergantian KASAD Sebaiknya Dihindari

Sebagai bagian dari alat pertahanan negara, TNI AD tidak bisa dan tidak boleh digunakan sebagai instrumen pemenangan politik elektoral

16 November 2018 18:50 WIB

Wapemred Jitunews.com, Vicky Anggriawan (kiri) bersama Direktur Imparsial, Al-Araf (kanan), saat menjadi pembicara publik bertajuk “Siapa Layak Jadi KASAD” yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, di Jakarta, Jumat (16/11).
Wapemred Jitunews.com, Vicky Anggriawan (kiri) bersama Direktur Imparsial, Al-Araf (kanan), saat menjadi pembicara publik bertajuk “Siapa Layak Jadi KASAD” yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, di Jakarta, Jumat (16/11). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang diemban oleh Jenderal TNI Mulyono tidak lama lagi. Jenderal TNI Mulyono akan pensiun pada Januari 2018 mendatang.

Direktur Imparsial, Al-Araf, mengatakan, sosok penganti Jenderal TNI Mulyono harus memiliki komitmen untuk memastikan bahwa TNI bersikap netral dan tidak berpolitik didalam pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) serentak pada April 2019.

“Ini penting diperhatikan, sehingga proses politik elektoral berlangsung secara demokratis, jujur, adil, aman dan damai,” ujar Al-Araf saat menjadi pembicara publik bertajuk “Siapa Layak Jadi KASAD” yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, di Jakarta, Jumat (16/11).


Jokowi Perlu Perhatikan Aspek HAM dalam Pergantian KASAD

Oleh karena itu, Al-Araf menegaskan bahwa kepentingan-kepentingan politik yang masuk dalam proses pergantian KASAD sebaiknya dihindari untuk memastikan solidaritas dan profesionalisme TNI itu sendiri.

Menimbang Sosok Calon Pengganti KASAD Mulyono, yang Pasti Harus…

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana