logo


Menkeu Sebut B20 Belum Efektif Tekan Impor Solar, Dirjen Migas Bilang Begini

Soal efektivitas B20, Djoko menuturkan, kebijakan ini baru berjalan beberapa bulan dan masih berlangsung.

16 November 2018 09:35 WIB

B20
B20 Dok. KESDM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, pelaksanaan mandatori B20 dari 1 September sampai 13 November belum menunjukkan penurunan impor solar baik dari volume atau devisa BUMN.

"Kita akan minta agar Pertamina atau Kementerian ESDM untuk monitoring lebih lanjut. Karena dilihat dari volume impor solar, justru terjadi kenaikan 60% dari terutama Pertamina dan EXON. Dari devisa impor, kenaikan tinggi, tentu tapi karena harga minyak dan kurs US$ karena kenaikan harga impor," katanya, dikutip dari bisnis.com, Kamis (15/11).

Berdasarkan Data Bea dan Cukai, sejak diberlakukannya B20, impor solar Pertamina tumbuh 60,7% dari tahun lalu yang mencapai 0,42 juta kilo liter. Sementara, impor solar total sejak 1 September hingga 13 November 2018 tersebut tumbuh 13,64% sebesar 1,28 juta kilo liter.


Ini Dia Temuan 5 Ladang Migas Baru di Indonesia Timur

Sementara itu, berdasarkan total devisa, impor solar Pertamina tumbuh 116% menjadi US$392,7 juta dari tahun sebelumnya US$181,64 juta. Lalu, untuk impor solar secara total mencapai US$775 juta tumbuh 54,89% dari US$500,37 juta.

Neraca Dagang Tekor karena Impor Migas, Ini Penjelasan Kepala SKK Migas

Halaman: 
Penulis : Riana