logo


Jonan Turunkan Target Energi Terbarukan 2025, Alasannya?

Sebabnya, kata Jonan, pengembangan EBT, baik di sektor pembangkit maupun transportasi di Indonesia masih terkendala oleh sejumlah hal.

16 November 2018 08:28 WIB

Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar.
Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Di luar dugaan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengaku pesimistis target bauran energi sebesar 23% hingga 2025 tidak bisa tercapai.

Sebabnya, kata Jonan, pengembangan energi baru terbarukan, baik di sektor pembangkit maupun transportasi di Indonesia masih terkendala oleh sejumlah hal.

Salah satu kendala itu adalah investasi pembangkit energi terbarukan masih mahal sehingga membuat tarif listrik menjadi tidak terjangkau masyarakat.


Pertamina Temukan Cadangan Gas Baru 84 Miliar Kaki Kubik di Pantai Utara Jawa

Ia pun lantas mengatakan, paling tidak, hanya bisa terwujud sampai 20% saja. Tapi, hingga kini, Jonan mengatakan bahwa porsi bauran EBT baru mencapai 12,32%.

"Saya khawatir (target bauran) tidak dapat mencapai 23% (pada 2025). Nilai investasi (energi terbarukan) berapa? Apakah bisa memberikan dampak serius terhadap kenaikan tarif listrik? Makanya kita hindari (pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan dengan harga jual listrik tinggi)," kata Jonan usai memberikan sambutan dalam acara Indonesia Clean Energy Forum (ICEF) dan Institute for Essential Services Reform (IESR) di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (15/11).

PLN Teken PPA PLTA Merangin 350 MW, Arcandra: Ini Bukti Pelaksanaan Komitmen EBT

Halaman: 
Penulis : Riana