logo


KKP Perluas Cakupan Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil

Selain memberikan perlindungan, program asuransi ini juga sekaligus merupakan edukasi untuk menumbuhkan kesadaran bagi pembudidaya ikan

13 November 2018 18:34 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto (kedua dari kiri), saat menghadiri launching sekaligus sosialisasi asuransi APPIK tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan bersama Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, di Jakarta, Selasa (13/11).
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto (kedua dari kiri), saat menghadiri launching sekaligus sosialisasi asuransi APPIK tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan bersama Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, di Jakarta, Selasa (13/11). ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, mengatakan, pihaknya pada tahun ini memperluas cakupan asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil (APPIK).

Jika pada tahun lalu, asuransi ini diarahkan hanya untuk perlindungan usaha budidaya udang, maka tahun ini diperluas untuk komoditas unggulan lainnya yakni bandeng, nila dan patin.

“Pertambahan komoditas dalam perlindungan asuransi ini, tentu saja melalui analisis resiko kerugian usaha untuk mengidentifikasi risiko-risiko dalam kegiatan usaha, sekaligus sebagai dasar dalam penentuan besaran premi untuk masing-masing komoditas hingga terbitnya Izin Produk Asuransi Perikanan tersebut,” terang Slamet saat menghadiri launching sekaligus sosialisasi asuransi APPIK tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan bersama Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, di Jakarta, Selasa (13/11).


KKP Gaungkan Minapadi Ke-5 Benua

“Kegiatan ini juga merupakan upaya keberlanjutan perlindungan bagi pembudidaya ikan kecil melalui asuransi perikanan sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan bagi Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam,” tambah Slamet saat menjelaskan urgensi program APPIK.

Lebih jauh, Slamet menjelaskan bahwa selama ini usaha pembudidayaan ikan khususnya oleh lembaga pembiayaan, masih dianggap berisiko tinggi (high risk).

Namun, risiko tersebut dapat ditekan melalui penguasaan teknologi dan menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), sehingga risiko tersebut dapat dihitung atau calculation risk sekaligus meningkatkan mutu hasil perikanan budidaya.

Namun demikian, lanjut Slamet, menyikapi asumsi resiko tersebut, sebagai bentuk keberpihakan pemerintah dalam upaya melindungi pembudi daya ikan dari risiko kegagalan usaha, KKP memberikan bantuan Pemerintah berupa Premi Asuransi Perikanan yang bertujuan untuk memberikan jaminan perlindungan atas risiko yang dialami oleh Pembudi Daya Ikan Kecil.

“Di samping memberikan perlindungan, program asuransi ini juga sekaligus merupakan edukasi untuk menumbuhkan kesadaran bagi pembudidaya ikan terhadap pentingnya berasuransi,” jelasnya.

“Dengan asuransi usaha bagi pembudaya ikan kecil akan menambah motivasi dan gairah kerja pembudidaya ikan dan menambah kepercayaan perbankan agar memberikan bantuan permodalan kredit usahanya,”harapnya.

KKP: Permen Kapal Pengangkut Ikan Hidup Tak Mematikan Usaha Budidaya Laut

Halaman: 
Penulis : Riana