logo


Antam Tancap Gas Garap Operasi Pabrik Tayan

Pabrik CGA Tayan memulai konstruksi pada 11 April 2011

9 Februari 2015 16:47 WIB

Tambang bijih bauksit
Tambang bijih bauksit

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gara-gara ekspor dilarang, PT Aneka Tambang (Antam) Tbk mulai tancap gas menggarap pabrik pengolahan bijih bauksit menjadi produk Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan Kalimantan Barat.

Guna keperluan itu Antam pun menggandeng perusahaan tambang Jepang, Showa Denko K.K, untuk memulai kegiatan operasi. Direktur Utama Antam Tato Miraza mengatakan operasi komersial pabrik CGA Tayan akan menghasilkan nikel, emas, perak, batubara dan alumina.

“Pengoperasian pabrik ini juga merefleksikan komitmen Antam yang berorientasi pada pengembangan komoditas hilir yang bernilai tambah,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi, Senin (9/2).


Harga Batu Bara Kalori Tinggi Menurun, PT Bukit Asam Tetap Pertahankan Target Produksi

Menurutnya, kegiatan operasional itu merupakan upaya diversifikasi usaha. Hal ini dilakukan sejak keluar larangan ekspor mineral. Pabrik CGA Tayan memulai konstruksi pada 11 April 2011 dan memulai fase commissioning pada 28 Oktober 2013. Setelah memasuki fase operasi komersial, utilisasi pabrik akan ditingkatkan secara bertahap (ramp up) untuk memastikan keselamatan dan kestabilan operasi.

Pabrik CGA Tayan dioperasikan oleh PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) yang merupakan perusahaan patungan antara Antam dengan Showa Denko K.K. (SDK) Jepang. Antam memiliki 80 persen saham PT ICA dengan sisa kepemilikan 20 persen saham dipegang oleh SDK.

Komoditas CGA Tayan akan dikonsumsi pasar domestik Indonesia dan juga diekspor ke Jepang dan pasar internasional lainnya. Produk CGA yang diproduksi PT ICA akan diaplikasikan untuk memproduksi bahan pendukung komponen fungsional dan komponen elektronik diantaranya refractories, abrasives, produk bangunan, Integrated Circuit (IC), dan bahan untuk LCD screen.

 

Jalankan Restrukturisasi, Krakatau Steel Ingin Kinerja Kembali Sehat

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid