logo


Pembakar Bendera Tauhid Divonis Ringan, PA 212 Geram!

Kedua pelaku divonis pidana 10 hari penjara dan dibebankan biaya perkara sebesar Rp2 ribu.

9 November 2018 17:37 WIB

Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin
Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin Antara/Sigid Kurniawan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengadilan Negeri Garut akhirnya memutus bersalah dua orang anggota Banser pembakar bendera HTI berlafadz Tauhid, Faisal Mubaraq dan Mahfudin.

Kedua pelaku divonis pidana 10 hari penjara dan dibebankan biaya perkara sebesar Rp2 ribu.

Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin, mengaku prihatin dengan sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Garut tersebut. Sidang itu disebutnya hanya sidang dagelan atau lelucon.


Kecewa dengan Hukuman Pembakar Bendera Tauhid, FPI: Sama dengan Bayar Toilet

“Tentunya kami sangat prihatin dan mengutuk sidang yang saya duga sebagai sidang dagelan dan ini adalah bentuk provokasi yang dilakukan oleh pengadilan demi membela tuannya,” ujar Novel saat dihubungi Jitunews.com, Jumat (9/11).

Ketua Advokat Cinta Tanah Air (Acta) ini menjelaskan bahwa kedua pembakar bendera tauhid tersebut seharusnya divonis pasal penodaan terhadap agama, yakni pasal 156A KUHP, bukan malah justru divonis bersalah karena melanggar pasal 174 KUHP tentang ketertiban umum.

Oleh karena itu, Novel menegaskan bahwa keadilan di negeri ini sudah dikuasai oleh rezim yang sedang berkuasa.

“Sudah mati keadilan di negeri yang dikuasai rezim bobrok ini dengan gampangnya keadilan dipermainkan oleh para penegak hukum yang sudah berpolitik dengan mendukung penguasa yang melakukan kemungkaran dengan mempertontonkan ketidakadilan,” tukasnya.

Wiranto: Demo yang Dua Kali Itu Ternyata Dimanfaatkan Teman-teman HTI Untuk Tetap Eksis

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana