logo


Soal Wacana Impor Jagung, Gerindra: Menteri Pertanian Wajib Ganti!

Abdul menjelaskan bahwa impor jagung tersebut tidak akan menyelesaikan masalah peternak ayam maupun unggas

9 November 2018 15:02 WIB

Abdul Wachid, Komisi VI DPR RI
Abdul Wachid, Komisi VI DPR RI istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Langkah Kementerian Pertanian (Kementan) yang akan melakukan impor jagung sebanyak 100 ribu ton di tengah surplus komoditas jagung lokal mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Abdul Wachid.

Politisi Gerindra ini mengatakan, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, seharusnya lebih mengkonsentrasikan untuk menciptakan swasembada pangan, termasuk pangan untuk peternak ayam maupun unggas.

Menurutnya, pekerjaan tersebut merupakan salah satu program Nawacita yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Diperkirakan Harga Bawang Merah Naik Hingga Desember

“Kalau Mentan tidak berpikiran swasembada malah berpikiran impor jagung atau impor pakan ternak ini artinya Mentan gagal dalam tugas sebagai Mentan. Rakyat boleh mengatakan program Nawacita adalah hoax,” ujar Abdul Wachid di Jakarta, Jumat (8/11).

Lebih jauh, Presiden Jokowi diminta tegas untuk berani mengganti Mentan. Dimana, hal tersebut sesuai dengan pernyataan presiden yang mengatakan apabila ada menteri yang gagal maka harus diganti.

“Presiden Jokowi harus berani ganti Mentan sesuai pernyataannya dalam pidato presiden, menteri yang gagal akan diganti, kita tunggu keberanian Presiden,” tegasnya.

Abdul menjelaskan bahwa impor jagung tersebut tidak akan menyelesaikan masalah peternak ayam maupun unggas. Pasalnya, harga jagung di Indonesia masih kategori berharga mahal.

“Akibatnya harga telur harga daging ayam tetap mahal dan rakyat tetap menjerit. Sangat berbeda kalau kita indonesia bisa menciprakan pakan ternak sendiri. Harga telur dan daging ayam akan murah terjangkau rakyat kecil,” tuturnya.

“Jadi kalau Mentan minta izin impor jagung. Sudah lengkap, semua sektor pertanian Gagal. Mentan wajib ganti,” tegasnya.

Tunggu Nama Pendampingnya, Anies: Itu Tidak Ada Deadlinenya

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana