logo


Rayakan 110 Tahun Umami, Ajinomoto Gelar 'World Umami Forum' di Amerika Serikat

Acara ini menghadirkan lebih dari 200 pakar makanan

8 November 2018 10:56 WIB

Pembicara dalam acara “World Umami Forum” di New York, Amerika Serikat
Pembicara dalam acara “World Umami Forum” di New York, Amerika Serikat Dok. Ajinomoto

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Produsen penyedap rasa asal Jepang, Ajinomoto Group menggelar acara “World Umami Forum” di New York, Amerika Serikat pada akhir September lalu. Acara memperingati 110 tahun ditemukannya rasa umami ini, menghadirkan lebih dari 200 pakar makanan.

CEO dan President Ajinomot Co,. Inc, Takaaki Nishii, berharap dengan adanya forum yang melibatkan beragam ahli ini maka pendalaman pemahaman memgenai umami dan peran pentingnya dalam pangan, khususnya di Amerika, dapat dilakukan.

“Dalam forum ini juga diharapkan terjadi diskusi mendalam dan transparan, sehingga pemahaman mengenai umami secara utuh dapat dikomunikasikan dengan baik kepada semua pihak yang berkepentingan,” kata Takaaki.


Kepala BPOM RI: Palembang Sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018 Harus...

Di forum, para presenter berdebat dengan banyak bukti penelitian bahwa MSG tidak menyebabkan sindrom seperti itu. Salah satunya, Kuliner Sejarawan dan penulis "Delapan Rasa: Kisah Tak Terungkap Masakan Amerika", Sarah Lohman, yang menyebut MSG tidak membahayakan tubuh.

"Gerakan pangan anti-olahan dalam beberapa tahun terakhir menciptakan citra negatif MSG, padahal MSG hanya bentukan kristal dari glutamat dan garam yang tidak membahayakan tubuh Anda," ujar Sarah.

Pembicara yang lain, ilmuwan makanan terkenal Harold McGee mengatakan, mitos tentang MSG tidaklah benar.

"MSG hanyalah bentuk lain dari umami, dan mitos seperti sindrom restoran Cina tidak benar sama sekali," ujarnya.

Ahli teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Purwiyatno Hariyadi, memberikan pujian terhadap acara yang digelar oleh Ajinomoto ini. Purwiyatno mengungkapkan rasa senangnya karena bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang umami.

“World Umami Forum merupakan acara yang diselanggarakan dengan excellent. Pembicara yang dihadirkan merupakan orang kompeten di bidangnya, saya mendapat pengetahuan baru mulai dari sejarah umami di dunia, perilaku konsumen mengenai MSG dan umami di Amerika, serta update mengenai perkembangan ilmu tentang taste, serta juga demonstrasi dari chef mengeksplorasi umami sebagai cita rasa universal untuk meningkatkan mutu kelezatan pangan,” jelas Purwiyatno.

Penelitian oleh Institute of Medicine Of The National Academies, Washington D.C. yang berjudul “Strategies to Reduce of Sodium Intake in United States” juga dipaparkan di acara tersebut. Riset itu menjelaskan, bahwa penggunaan umami adalah salah satu strategi pengurangan asupan sodium (ataunatrium, Na).

Hal ini disebabkan karena, walau sama-sama mengandung sodium, namun dalam gram yang sama; MSG mengandung lebih sedikit sodium (12,2 persen) dibandingkan dengan garam dapur (NaCl) yang mengandung 39,3 persen sodium.

“Jadi, reformulasi produk, dengan mengombinasikan garam dapur dan MSG, berpotensi mengurangikandungan sodium produk sebanyak 30 persen,” kata Purwiyatno.

Ia menambahkan, tantangan mengenai umami adalah, fakta ilmiah tersebut harus dapat dikomunikasikan secara efektif kepada masyarakat, dan dapat dijadikan sebagai pertimbangan yang baik untuk mengambil keputusan.

“Jadi, keputusan didasarkan pada fakta ilmiah terkini dan bukan berdasarkan isu dan anecdotal semata,” tutup Purwiyatno.

Perdana, Kopi Arabika Kayumas Ekspor ke Amerika Serikat

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata