logo


Genjot Produksi Lapangan Uzur, Pertamina Siap Pakai Dua Teknologi Ini

Pertamina punya 300 lapangan migas, tapi 90 persen itu lapangan uzur alias tua

7 November 2018 20:22 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM – Direktur Utama PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya secara mayoritas mengelola lapangan migas tua. Meski begitu, kata Nanang, lapangan-lapangan migas yang sudah uzur tersebut masih bisa berproduksi.

"Kita punya 300 lapangan migas tapi 90 persen itu lapangan tua. Umurnya lebih dari 40 tahun. Tapi kita tetap bisa produksi," kata Nanang, di Jakarta, Rabu (7/11).

Karenanya, untuk menggenjot produksi migas lapangan-lapangan tua tersebut, Nanang pun berencana menerapkan dua teknologi, yakni EOR dan CO2 Flooding, yang diklaimnya paling tepat digunakan untuk lapangan tua.


Produksi Migas PHE di Atas Target, Pemicunya Ternyata…

Adapun, teknologi EOR itu sendiri merupakan teknologi pengurasan minyak dengan cara kimiawi. Sedangkan, CO2 Flooding digunakan pada lapangan lapangan yang memang memiliki produksi minyak berat karena kandungan CO2-nya yang tinggi.

"Harapannya ini bisa diimplementasikan dan sesuai skenario. Jadi ini bisa menjadi peningkatan produksi untuk PEP," ujar Nanang.

Menyoal biayanya sendiri, Nanang masih enggan menjelaskan. Ia hanya mengatakan, dengan fasilitas teknologi itu, Pertamina EP memang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

"Baru pilot, ya. Tapi kalau udah fullscale baru deh kita bangun fasilitas. Jadi kan itu kan korosif, ya. Jadi kita butuh material itu. Invest sih kayaknya tinggi, tapi kan balik lagi ke ekonomian. Kalau dia produksi bisa tinggi, kan bisa nutup," pungkas Nanang, sebagaimana dikutip dari republika.co.id.

Begini Cara Jitu Pertamina EP Genjot Produksi Lapangan Migas Uzur

Halaman: 
Penulis : Riana