logo


'Tampang Boyolali', Benar-Benar Kecewa atau Hasil Rekayasa?

Kedua hal tersebut saat ini masih ramai diperbincangkan di media sosial.

7 November 2018 06:28 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto Instagram @indonesiaadilmakmur

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Meski sudah mulai mereda, pembahasan 'Tampang Boyolali' yang sempat menghebohkan Indonesia masih menjadi perdebatan di media sosial.

Bahkan gara-gara hal ini, Prabowo Subianto sempat dinilai tidak peka dengan budaya timur atau budaya Indonesia oleh rival politiknya.

Baca juga: Curhat Masalah 'Tampang Boyolali', Prabowo: Kalau Saya Tampang Bojongkoneng...


Curhat Masalah 'Tampang Boyolali', Prabowo: Kalau Saya Tampang Bojongkoneng...

Mantan Danjen Kopassus itu sendiri mengaku terkejut mengapa hal semacam itu bisa 'dibuat' ramai. Padahal, ungkapan 'Tampang Boyolali' adalah ekspresi solidaritasnya pada sebagian besar rakyat Indonesia yang memang masih miskin.

Prabowo pun dalam unggahan video terbarunya menegaskan bahwa dirinya tidak masalah jika disebut 'Tampang Bojongkoneng' yang notabene daerah tempatnya tinggal.

Seperti apa yang diperdebatkan para netizen, benarkah masyarakat Boyolali kecewa atau sebenarnya hanya hasil rekayasa?

Pada pengakuannya di media, warga Boyolali sendiri cukup banyak juga yang paham maksud Prabowo. Bahkan ada juga yang tidak terlalu memusingkan candaan tersebut.

Di lain pihak, para politisi justru tampak 'asyik' mengangkat isu tersebut. Tuduhan dan penilaian macam-macam pun seolah makin gencar dialamatkan ke Prabowo dengan memanfaatkan momen tersebut.

Di tiap pemberitaan di media tentang 'Tampang Boyolali', pasti diakhiri dengan komentar salah satu politisi atau setidaknya sosok yang memang sejak dulu 'tidak suka' dengan Prabowo. Alih-alih membahas kondisi Boyolali, ujung-ujungnya malah tetap saja dikaitkan dengan politik.

Jadi, mungkinkah 'Tampang Boyolali' sebenarnya hanya hasil dari rekayasa sejumlah pihak? Atau, mungkinkah masyarakat Boyolali benar-benar kecewa dengan candaan semacam itu?

Jika berkaca pada tahun sebelumnya, saat-saat seperti ini memang selalu membuat orang yang dulunya tidak mudah tersinggung menjadi mudah tersinggung, yang dulunya diam menjadi banyak bicara, yang dulunya santun menjadi kurang santun.

Karena itulah, semua pihak termasuk para pemimpin bangsa harus hati-hati jika momen yang bernama Pilpres sudah semakin mendekati.

Betul tidak Kawan Jitu? (DNS)

Prabowo Akui Dirinya Bertampang Bojongkoneng, Netizen: Kasian Liat Pak Prabowo

Halaman: