logo


Tiga Blok Migas Laku, Pemerintah Kantongi Bonus Kontrak Segini!

Blok migas yang dimaksud adalah WK Tarakan, WK Coastal Plains and Pekanbaru (CPP), dan WK Tungkal.

6 November 2018 14:06 WIB

Pengeboran minyak.
Pengeboran minyak. shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan kontraktor pengelola tiga wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas), yang habis masa kontraknya pada 2022.

Adapun, blok migas yang dimaksud adalah WK Tarakan, WK Coastal Plains and Pekanbaru (CPP), dan WK Tungkal.

"Pengelolaan lanjut tiga blok terminasi tahun 2022, dari empat wk terminasi 2022 yang sudah ada keputusannya tiga wk. Satu wk membutuhkan proses lanjut," beber Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (5/11).


BBM Satu Harga, BPH Migas Akui Masih Ada Kendala Izin di 8 Titik Ini

Arcandra lantas memaparkan, untuk blok Tarakan diberikan kepada PT Medco E&P Tarakan dengan hak partisipasi 100%, dan bonus tanda tangan sebesar US$ 1,5 juta, serta Komitmen Kerja Pasti (KKP) sebesar US$ 35,5 juta.

Sedangkan untuk blok CPP, lanjut Arcandra, seluruhnya diberikan kepada PT Bumi Siak Pusako, dengan hak partisipasi sebesar 100%, bonus tanda tangan sebesar US$ 10 juta, dan KKP sebesar US$ 130,41 juta. Adapun, blok CPP ini sebelumnya dikelola Bumi Siak Pusako bersama dengan PT Pertamina (Persero).

Lalu, untuk blok Tungkal, pemerintah memutuskan untuk dikelola oleh Montd'or Oil Tungkal bersama dengan Fuel-X Tungkal. Hak partisipasinya masing-masing 70% dan 30%. Bonus tanda tangan yang diberikan sebesar US$ 2,45 juta, dan KKP sebesar US$ 13,23 juta.

Menurut Arcandra, dari penetapan ketiga pemenang tersebut, negara mendapatkan signature bonus alias bonus tanda tangan sebesar USD 13,9 juta atau setara Rp 208,13 miliar (USD 1=Rp 14.973).

Dikatakan Arcandra, sumbangan tersebut jauh lebih besar ketimbang alokasi kegiatan hulu migas yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

‎"Kalau dibanding APBN untu‎k ekplorasi migas Rp 60 s.d 70 miliar, jauh lebih besar dari signature bonus," tuntasnya.

 

Progres Implementasi B20 Capai 95 Persen

Halaman: 
Penulis : Riana