logo


BBM Satu Harga, BPH Migas Akui Masih Ada Kendala Izin di 8 Titik Ini

Meski masih terkendala perizinan, tetapi mayoritas sudah siap diresmikan hanya menunggu waktu.

6 November 2018 09:42 WIB

Ilustrasi pengisian BBM.
Ilustrasi pengisian BBM. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS) mencatat, program BBM Satu Harga masih tak lepas dari beberapa kendala. Saat ini, sedikitnya delapan titik penyalur BBM Satu Harga belum dapat diresmikan karena masih terkendala izin operasional.

Adapun, kedelapan wilayah tersebut adalah Kecamatan Pototano (Sumbawa Barat), Ende Selatan (NTT), Satamese (NTT), Amanuban Selatan (NTT), Lumbis (Kalimantan Utara), Krayan Selatan (Kalimantan Utara), Daha Barat (Kalimantan Selatan) dan Labuan Badas (NTB).

Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa, mengatakan, delapan titik masih terkendala perizinan, tetapi mayoritas sudah siap diresmikan hanya menunggu waktu.


Harga Acuan Batubara Merosot, Ini Pemicunya

"Kendalanya, bukan hanya dari izin operasional, melainkan juga karena kesiapan syarat perlengkapan, misalnya dispenser yang bermasalah serta tidak memenuhi standar," tutur Ifan, sapaan akrabnya, dikutip dari Antara, Selasa (6/11).

Ifan melanjutkan, apabila kendala tersebut terselesaikan maka dapat dioperasikan. Masalah lain salah satunya ada di titik dekat bencana, yaitu di Palu, sehingga akses lokasi masih terkendala terdampak gempa.

Ini Cadangan 4 Blok Migas Eksplorasi yang Mau Dilelang KESDM

Halaman: 
Penulis : Riana