logo


KKP Gaungkan Minapadi Ke-5 Benua

FAO telah mendukung program minapadi di Indonesia sejak tahun 2016

3 November 2018 13:29 WIB

KKP gaungkan sistem budidaya minapadi ke lima Benua, dalam kegiatan Kunjungan Lapang dari Permanet Representative FAO (delegasi negara-negara anggota FAO) ke lokasi budidaya minapadi di Sukoharjo yang merupakan kegiatan percontohan kerjasama antara KKP dengan FAO Rabu (1/11) lalu.
KKP gaungkan sistem budidaya minapadi ke lima Benua, dalam kegiatan Kunjungan Lapang dari Permanet Representative FAO (delegasi negara-negara anggota FAO) ke lokasi budidaya minapadi di Sukoharjo yang merupakan kegiatan percontohan kerjasama antara KKP dengan FAO Rabu (1/11) lalu. ist

Stephen Rudgard, FAO Representative yang ada di Indonesia mengharapkan agar perwakilan delegasi FAO yang hadir saat ini dapat menyampaikan keberhasilan minapadi Indonesia keseluruh 193 negara anggota FAO sehingga minapadi dapat digaungkan ke seluruh dunia. Lebih lanjut FAO mengapresiasi pengembangan minapadi di Sukoharjo.

“Meskipun baru pertama kali dilakukan namun minapadi mampu memberikan hasil yang menggembirakan. Selain itu, minapadi ini juga melibatkan peranan wanita dalam kegiatannya, sehingga ikut mendukung kegiatan gender,” lanjut Stephen.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, dalam sambutannya menyampaikan sangat mendukung kegiatan minapadi yang ada di Sukoharjo dan berkomitmen untuk mengalokasikan kegiatan yang sama di tahun mendatang serta mengharapkan kerjasama yang telah ada ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan.


KKP Komitmen Lakukan Budidaya Ikan Berbasis Blue Economy

Lebih lanjut, Wardoyo menyampaikan bahwa sistem minapadi di Sukoharjo ini unik, menggunakan sistem salibu. Dalam sistem salibu ini sisa rumpun padi yang ditanam pada minapadi sebelumnya dapat tumbuh kembali pada fase minapadi berikutnya, sehingga menghemat biaya tanam, dan memberikan hasil yang tidak kalah dengan fase pertama.

Yaya Adisa Olaniran, Minister/Permanent Represetative of Nigeria to UN Rome, sangat tertarik dengan bagaimana petani mendapatkan serta manajemen dari benih ikan dan padi serta pakan, dimana benih ikan berasal dari Balai Benih yang dibina oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, serta pakan yang ada menggunakan pakan mandiri dari Balai Besar Budidaya Ikan Payau Jepara.

Menurut Sahir, Ketua Kelompok Tani Geneng Sari II, salah satu kelompok penerima bantuan program minapadi menyebutkan dengan sistem minapadi memberikan beberapa keuntungan, antaranya penyiangan rumput berkurang, penggunaan pupuk menurun 50%, biaya pestisida tidak ada, panen ikan dapat 2 ton/ha dan panen padi meningkat dari 6,6 ton menjadi 9 ton/ha.

Untuk diketahui bersama bahwa KKP menjadikan kegiatan minapadi ini sebagai salah satu komitmen dalam kegiatan Our Ocean Conference (OOC) di Bali yang 2 hari lalu dibuka oleh Presiden, dimana kegiatan minapadi merupakan salah satu kegiatan yang mendukung pelaksanaan Sustainable Blue Economy sebagai mitigasi terhadap perubahan iklim.

“Tercatat sejak tahun 2016 – 2018, KKP telah mengembangkan percontohan minapadi seluas 580 Ha yang tersebar di 26 kabupaten”. Dan untuk tahun 2019, kami merencanakan akan mengembangkan lagi sebanyak 400 Ha,” terang Slamet Soebjakto, Dirjen Perikanan Budidaya, KKP.

“Minapadi bahkan dapat menekan terjadinya alih fungsi lahan dan urbanisasi karena mampu menyerap tenaga kerja, menambah lahan produksi ikan sehingga mendukung capaian target produksi ikan nasional, selain itu meningkatnya produksi akan diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, mendukung kedaulatan pangan serta ramah lingkungan,” tambah Slamet optimis.

Kunjungan permanent representative ini juga merupakan rangkaian acara yang dimulai dari working luncheon and round table discussion yang sehari sebelumnya dilaksanakan di kantin diplomasi Kementerian Luar Negeri, dengan salah satu nara sumber Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Antar Lembaga.

 

Ini Inovasi Teknologi Akuakultur Berbasis Blue Economy yang Dikembangkan KKP

Halaman: 
Penulis : Riana