logo


Denny Siregar : HTI Itu PKI Masa Kini

HTI melakukan provokasi Banser NU, sama halnya dengan PKI tahun 1965

26 Oktober 2018 09:50 WIB

Denny Siregar dan Ahok saat berada di Rumah Lembang.
Denny Siregar dan Ahok saat berada di Rumah Lembang. Media Indonesia

Jakarta, JITUNEWS.COM - Peristiwa pembakaran bendera HTI yang terjadi di Garut saat peringatan Hari Santri menuai komentar oleh beberapa pihak, salah satunya oleh Denny siregar.

Ia beranggapan peristiwa pembakaran bendera HTI adalah peristiwa yang sudah dirancang dengan matang. Bendera HTI mempunyai bentuk yang sama dengan bendera kelompok teroris dunia seperti Alqaeda dan ISIS, sama-sama bertuliskan kalimat tauhid dan berwarna hitam.

Baca Juga : Kamu Ingin Panjang Umur? Nikahilah Wanita Tipe Ini


PBNU: Pembakaran Bendera HTI Didasari Rasa Cinta Tanah Air Bukan Lecehkan Agama

Unik! Negara Ini Impor Sampah Karena Kekurangan, Ini Sebabnya

Menurut Denny, HTI itu memang licik. Mereka bersembunyi di balik kalimat Tuhan agar mudah memprovokasi masyarakat awam yang terpesona dengan kalimat tauhid yang ada di bendera itu, seperti yang dikutip dari dennysiregar.com (25/10).

Ia pun menyamakan HTI dengan PKI. Pada tahun 1965, PKI gencar memprovokasi Banser NU yang dianggap sebagai musuh utamanya. Sama halnya dengan HTI, mereka terus menerus memprovokasi Banse NU supaya hilang kontrol. Pola-pola PKI digunakan HTI dalam strategi perangnya, yang dilansir dari lama twitter pribadinya @Dennysiregar7 (26/10).

Baca Juga :  Kamu Flu? Lakukan Ini, DIjamin Semalam Langsung Sembuh

Pengen Punya Anak Kembar? Lakukan Lima Gaya Seks Ini

Ia menambahkan, HTI sejatinya jauh lebih berbahaya daripada PKI, PKI sudah musnah karena ideologi komunis tidak menarik lagi sesudah era perang dingin Amerika dan Uni Soviet. Lalu, HTI membawa nama agam yang sudah terbukti membawa perpecahan di banyak negara seperti yang terjadi di Suriah, Libya, Irak, dan Afganistan. Jika tidak segera ditindak, HTI akan membawa api di negeri tercinta ini.

"Banser Tak Akan Bubar Sampai Kiamat"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata