logo


2019, Subsidi Energi Dipangkas Rp 7,6 T

Usulan tersebut merupakan hasil kerja dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati

19 Oktober 2018 10:09 WIB

Ilustrasi Anggaran Belanja Negara (APBN)
Ilustrasi Anggaran Belanja Negara (APBN) ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, menuturkan, belanja subsidi energi dalam usulan panja turun menjadi Rp 156,5 triliun, dari sebelumnya dalam postur sementara sebesar Rp 164,1 triliun atau turun sekitar Rp 7,6 triliun.

Askolani mengungkapkan, usulan tersebut merupakan hasil kerja dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Meski mengalami penurunan, menurutnya pemerintah tetap memberikan subsidi minyak solar sebesar Rp 2.000 per liter.

"Untuk kebijakan subsidi ini 3 kg, kemudian untuk solar, ada subsidi Rp 2.000 setiap liter. Pemerintah juga tetap pertahankan kebijakan untuk golongan menengah ke bawah, khususnya pengguna 450 VA dan 900 VA dan peningkatan energi terbarukan, untuk melakukan kebijakan energi yang ramah lingkungan," ungkap Askolani di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/10).


Pertamina Gaet Jasa Tirta II Bangun Infrastruktur Air Bersih

Secara rinci, Askolani menuturkan, subsidi BBM dan elpiji 3 kg turun menjadi Rp 100,1 triliun dari sebelumnya Rp 103,8 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp 56,5 triliun dari sebelumnya Rp 60,3 triliun.

Sebelumnya, dalam postur sementara RAPBN 2019, subsidi untuk BBM dan elpiji ditetapkan sebesar Rp 103,8 triliun, sedangkan subsidi untuk listrik sebesar Rp 60,3 triliun.

Dengan ada perubahan subsidi energi tersebut, maka akan berdampak pada perubahan alokasi belanja, yakni untuk dana cadangan.

Dana cadangan akan meningkat sebesar Rp 18,5 triliun yang akan dialokasikan untuk rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana, mitigasi bencana serta untuk dana mendesak kementerian/lembaga.

Realisasi B20 di PLN Baru 47%

Halaman: 
Penulis : Riana