logo


Inalum: Pembayaran Divestasi 51% Tunggu Freeport Rampungkan Masalah Lingkungan

Pencemaran lingkungan oleh Freeport telah membuat negara rugi Rp 185 triliun

18 Oktober 2018 08:34 WIB

Ilustrasi pertambangan Freeport Indonesia.
Ilustrasi pertambangan Freeport Indonesia. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Utama PT Inalum, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan, pembayaran divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport) menunggu rampungnya permasalahan lingkungan.

Seperti diketahui, berdasarkan temuan BPK, PT Freeport Indonesia disebut telah merusak lingkungan dan mengakibatkan perubahan ekosistem dengan melakukan pembuangan limbah operasional penambangan (tailing) di sungai, hutan, muara bahkan hingga mencapai kawasan lautan. Nah, pencemaran lingkungan itu telah membuat negara rugi Rp 185 triliun.

"Kalau masih ada isu lingkungan ini, maka uang (dari bank asing) tidak mungkin keluar. Bank-bank akan nyaman memberi pinjaman bila isu ini diselesaika," papar Budi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/10).


Pertamina Yakin Tetap Cetak Laba Tahun Ini

Karenanya, Budi berharap, agar Freeport segera menyelesaikan masalah ini. Tujuannya, supaya pembayaran 51 % saham senilai US$ 3,85 miliar segera dilakukan.

"Diharapkan, isu lingkungan segera diselesaikan agar transaksi bisa berjalan. Sepengetahuan kami harusnya isu lingkungan ini bisa diselesaikan," tuntasnya.

 

 

Jonan Sebut Infrastruktur Ketenagalistrikan di Palu Sudah Kembali Pulih

Halaman: 
Penulis : Riana