logo


Tujuh Ramalan Prabu Jayabaya yang Menjadi Kenyataaan, Salah Satunya Baru Terjadi

Tujuh ramalan Prabu Jayabaya, Raja Kediri terbukti

17 Oktober 2018 14:04 WIB

Buku Jangka Jayabaya
Buku Jangka Jayabaya wartainfo.com

JITUNEWS.COM - Sri Maharaja Sri Wammeswara Madhusudana Wataranindita Parakram Digjayottunggadewanama Jayabhayalancana merupakan gelar lengkap yang dimiliki oleh Prabu Jayabaya. Dahulu, ia memimpin kediri pada tahun 1135 - 1157.

Jayabaya juga sempat menulis buku yang berisi ramalan masa depan Indonesia yang terkenal dengan Jangka Jayabaya. Berikut tujuh ramalan Jangka Jayabaya yang sekarang menjadi kenyataan :

Baca Juga : Awas, Pulau Ini Akan Membunuh Siapa Saja yang Berkunjung!


Cita-cita Bocah Obesitas Asal Kawarang, Ingin Bertemu Presiden Jokowi!

Jauh Dari Politik dan Militer, Inilah Prestasi Membanggakan Anak Tunggal Prabowo

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran (Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda).

Ramalan tersebut benar terjadi, sekarang transportasi kereta api menjadi primadona masyarakat di Indonesia khususnya Jawa.

2. Tanah Jawa Kalungan Wesi (Pulau Jawa berkalung besi).

Berkalung besi berarti rel atau jalur kereta api. Faktanya, sekarang Jawa telah terhubung dengan kereta api dari Pelabuhan Merak di Banten dan Pelabuhan Ketapang di Banyuwangii.

3. Kejajah sak umur jagung karo wong cebol (dijajah hanya sebentar oleh orang pendek). Ramalan tersebut mengarah kepada waktu penjajahan Jepang yang hanya sebentar dibanding penjajahan yang dilakukan oleh bangsa lain, yaitu 3,5 tahun.

Baca Juga : Terungkap! Ini Dia Isi Pesan WhatsApp Luis Milla Kepada Bima Sakti

4. Akeh barang haram (banyak barang haram).

Maraknya pengedaran narkoba menjadi salah satu bukti ramalan Jayabaya ini.

5. Akeh ibu padha ngedol anake (banyak ibu yang menjual anaknya)

Berita perdagangan manusia khususnya anak sering menghiasi layar televisi kita. Selain itu, banyak ibu yang membunuh anaknya sendiri.

Tak Lazim, Jenis Kelamin di Negara Ini Berjumlah 18

6. Akeh udan salah mongso (banyak hujan salah musim)

Ini benar-benar terjadi, musim kemarau dan penghujan yang sudah sesuai dengan waktunya dan bencana terjadi dimana-mana.

7. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit (banyak manusia yang mengutamakan uang).

Tindakan tersebut tercermin dari kasus korupsi di Indonesia yang selalu tidak habis dibahas. Seperti yang baru saja terjadi saat penangkapan operasi tangkap tangan Bupati Bekasi.

 

Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Ini Komentar Kocak Netizen

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata