logo


Wujudkan Pangan Berkelanjutan, KKP Dorong Inovasi Akuakultur Berbasis Perubahan Iklim

Perubahan iklim global saat ini telah berdampak cukup signifikan terutama terhadap penurunan produktivitas, dan ketersediaan SDA air dan lahan.

16 Oktober 2018 18:00 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober merupakan momen penting untuk menggugah kesadaran masyarakat global akan tantangan pemenuhan kebutuhan pangan berkelanjutan saat ini dan akan datang.

Tantangan tersebut, yakni bagaimana mencukupi kebutuhan pangan masyarakat dunia ditengan permasalahan penurunan daya dukung lingkungan dan perubahan iklim global. FAO mencatat hingga tahun 2050 penduduk dunia akan mencapai 9,7 miliar jiwa yang menuntut adanya kebercukupan pangan secara berkelanjutan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menyatakan bahwa semua sektor berbasis pangan memiliki tantangan yang sama bagaimana menggenjot produktivitas di tengah tantangan penuruanan daya dukung dan perubahan iklim global sperti saat ini.


Soal Penambangan Timah di Laut, KESDM dan KKP Sepakat Gunakan Teknologi Ini

Menurutnya, perubahan iklim global saat ini telah berdampak cukup signifikan terutama terhadap penurunan produktivitas, dan ketersediaan sumber daya air dan lahan.

Kedua dampak inilah yang harus dicarikan solusinya secara efekif. Terlebih menurut Slamet, Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) utamanya pada goal ke-2, yakni pengentasan kelaparan.

“Saya rasa momen Hari Pangan Sedunia kali ini memberikan pesan dan tanggung jawab besar khususnya pada sub-sektor akuakultur untuk mencari alternative solusi bagaimana mencukupi kebutuhan pangan berbasis ikan secara berkelanjutan, sebagai bagian tanggunjawab dalam pencapaian SDGs yang fokus pada tujuan pengentasan kelaparan yang justru membayangi negara-negra berkembang,” jelas Slamet, dalam keterangannya, baru-baru ini.

Genjot Nilai Ekspor, KKP Ajak Eksportir dan Pembudiaya Manfaatkan Raiser Ikan Hias

Halaman: 
Penulis : Riana