logo


Harga Premium Batal Naik, Jokowi: Saya Hitung Balik

Jokowi menjelaskan kebijakan tersebut sudah melalui berbagai pertimbangan dan hitung-hitungan secara matang

13 Oktober 2018 15:23 WIB

Presiden RI Joko Widodo.
Presiden RI Joko Widodo. Reuters

BOGOR, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menjelaskan soal batalnya kenaikan harga BBM jenis Premium yang awalnya akan naik menjadi Rp 7.000 per liter.

Jokowi menjelaskan kebijakan tersebut sudah melalui berbagai pertimbangan dan hitung-hitungan secara matang. Ia melihat daya beli masyarakat, dampak inflasi dan juga pertumbuhan ekonomi jika Premium dinaikkan.

"Ada kalkulasi, ada hitung-hitungan, bagaimana nanti inflasi, bagaimana nanti daya beli, bagaimana nanti pertumbuhan ekonomi. Kemudian keuntungan di Pertamina tergerus berapa dan terakhir saya hitung balik, dapat data banyak meskipun sebelumnya sudah, saya hitung balik," kata Jokowi di Istana Bogor, Kompleks Istana Kepresidenan, Jawa Barat, Sabtu (13/10).


PAN Kritik Pidato Jokowi, PSI: Mungkin yang Berkesan Bagian Pornonya

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sekarang ini mayoritas disokong oleh konsumsi. Jika konsumsi masyarakat menurun karena harga barang-barang menjadi mahal akibat inflasi tinggi, maka pertumbuhan ekonomi akan menyusut.

"Karena menyangkut kepentingan rakyat, menyangkut kebutuhan rakyat, yang nanti bisa menjadikan konsumsi itu menjadi lebih rendah. Karena pertumbuan ekonomi sekarang ini kita masih ditumpu 56 persen oleh konsumsi. Kita dalam proses membalikkan dari konsumsi ke produksi tapi ini belum sampai," terangnya.

Harga Premium Batal Naik, Demokrat: Mungkin Jaga Popularitas

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×