logo


Kembangkan Teknologi Berbasis Energi Terbarukan, ESDM-Pemda Bali Teken MoU

Dikatakan Jonan, penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di Bali sangat sesuai dan baik untuk lingkungan.

8 Oktober 2018 07:28 WIB

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga surya.
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga surya. Reuters

DENPASAR, JITUNEWS.COM - Kementerian ESDM melalui BPSDM ESDM bersama PT Pertamina, PT PLN JTBN, dan PT Indonesia Power menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Daerah Bali, Jumat (5/10) lalu.

MoU tersebut berisi mengenai komitmen Pemerintah Bali dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi berbasis energi bersih untuk mewujudkan program Bali bersih, hijau, dan indah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, mengungkapkan, penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di Bali sangat sesuai dan baik untuk lingkungan.


Badan Geologi Kupas Jejak Patahan Palu-Koro, Pemicu Tsunami Palu dan Gempa Donggala

Dikatakan Jonan, sebagai daerah pariwisata, Bali sudah seharusnya mengembangkan energi yang ramah lingkungan agar turis nyaman dengan udara bersih.

"Tidak ada daerah pariwisata di dunia yang tidak menggunakan energi baru terbarukan. Karena harus menjaga kualitas udara," kata Jonan saat menjadi pembicara di Universitas Udayana (UNUD) dengan tema "Energi Berkeadilan,", dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Senin (8/10).

Jonan juga menjelaskan, pengunaan energi matahari dan angin juga sangat murah.

Ia berharap, Provinsi Bali bisa mengunakan energi matahari dan angin untuk pembangunan daerah di Bali. Selain itu, dia berharap ada inovasi-inovasi lain dari masyarakat yang ikut mendukung pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Jelang Forum IMF-World Bank, Jonan Sebut Kondisi Gunung Agung….

Halaman: 
Penulis : Riana