logo


Calon Investor Pembangkit Listrik Capai 50 Ribu MW, Wapres: Saya Surprise!

Sudah ada tujuh investor asing yang mengaku siap merealisasikan megaproyek ini

29 Januari 2015 16:20 WIB

Ilustrasi PLN.(Ist.)
Ilustrasi PLN.(Ist.)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Target pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu megawatt (MW) sepertinya mulai menemui titik terang. Pasalnya, banyak investor yang sudah menyatakan minatnya untuk membangun megaproyek ini.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla menggambarkan, saat ini pemerintah sedikit kerepotan memilih investor yang paling cocok untuk membangun pembangkit listrik 35 ribu MW. Pemerintah, kata Kalla, akan memilih investor yang paling menguntungkan.

"Kita mau bangun 35 ribu MW, tapi yang sudah daftar 50 ribu MW. Saya surprise," kata Kalla saat menjadi pembicara utama pada acara seminar Indonesia Economic & Market Outlook 2015 di Jakarta, Kamis (29/1).


Nicke Widyawati Kandidat Kuat Calon Dirut Pertamina? Jusuf Kalla Jawab Begini...

Sementara itu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan dari periode Oktober 2014 silam sampai pekan terakhir Januari 2015 tercatat tujuh perusahaan asing sudah menyatakan minatnya untuk terlibat dalam proyek pembangunan listrik berkapasitas 35 ribu MW.

Ketujuh perusahaan asing tersebut berasal dari Portugal, India, Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok. Para investor asing tersebut menyatakan kesanggupannya untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan pemerintah.

Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan, tiga dari tujuh perusahaan asing sudah melaksanakan komitmen dengan nilai investasi mencapai US$ 20,45 miliar. Ke depannya, BKPM akan melakukan pendampingan agar investor yang sudah menyatakan minatnya bisa segera merealisasikan investasinya.

"Kami akan mempercepat proses investasi melalui sosialisasi proses perizinan listrik di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pusat dan memfasilitasi percepatan perizinan investasi listrik yang selama ini terhambat," kata Franky.

Franky mengakui, tumpang tindihnya status tanah antara kawasan hutan dan kepemilikan tanah masyarakat menjadi penghambat utama masalah perizinan investor. Untuk mengatasinya, Franky akan menguji SOP yang saat ini berlaku di PTSP pusat yang berkoordinasi dengan petugas penghubung kementerian atau lembaga terkait di PTSP pusat.

"Setelah itu kami fasilitasi investor listrik yang mengalami hambatan," ujar Franky.

Wapres Dorong KESDM Ciptakan Terobosan di Sektor EBT

Halaman: 
Penulis :
 
×
×