logo


Masih Temui Miras? Langsung Laporin Aja!

Jika masih ditemukan minuman keras di minimarket, konsumen dapat memberikan informasi ke polisi

29 Januari 2015 14:15 WIB

Minuman keras di minimarket mulai dilarang
Minuman keras di minimarket mulai dilarang

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Seiring dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terkait minuman keras, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Huzna Zahir memberikan tanggapannya. Menurutnya, aturan tersebut bisa menjadi senjata bagi pemerintah untuk memerangi peredaran miras di tanah air.

"Peraturan ini harus sampai ke publik. Jadi konsumen-konsumen seperti kita bisa jadi mata-mata yang ada di pasaran. Apakah masih ada pelanggaran atau tidak," ungkap Huzna kepada wartawan, Jakarta.

Jika nanti masih ditemukan adanya minuman keras di minimarket, Huzna mengatakan, konsumen dapat memberikan informasi kepada pihak yang berwajib.


63 Juta Orang Indonesia Buang Air Besar Sembarangan?

"Tapi disediakan juga fasilitas untuk ngadu ke mana? Kan ini bisa pengawasan juga, memberikan informasi kalau menemukan masih ada yang peredaran miras. Masyarakat bisa berperan," ujar Huzna.

Aturan baru ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Alkohol.

Dalam aturan baru ini juga melarang penjualan miras dengan kadar kurang dari 5 persen di toko pengecer alias ritel. Alkohol dengan kadar di atas 5 persen hanya akan dan boleh dijual di restoran saja, itupun dengan aturannya.

Harga Daging Ayam dan Telur Tertinggi di Samarinda

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin, Ali Hamid