logo


HBA Oktober Merosot 3,74 Persen

Pergerakan HBA untuk bulan ini dipengaruhi kondisi pasar energi global yang relatif mengalami kelebihan pasokan.

3 Oktober 2018 19:17 WIB

Ilustrasi pertambangan batubara.
Ilustrasi pertambangan batubara. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Harga batu bara acuan (HBA) memasuki kuartal IV/2018 kembali mengalami penurunan.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengatakan, harga batu bara acuan pada Oktober 2018 ditetapkan senilai US$100,89 per ton atau turun 3,74% dari harga acuan bulan sebelumnya.

Agung menuturkan, pergerakan HBA untuk bulan ini dipengaruhi kondisi pasar energi global yang relatif mengalami kelebihan pasokan.


Tim KESDM dan PLN Kebut Pulihkan Jaringan Listrik di Palu

“HBA Oktober US$ 100,89 per ton, salah satu penyebabnya stok di pasar global melebihi permintaan pada Agustus-September,” kata Agung dikutip dari Dunia Energi, Rabu (3/10).

Menurut Agung, kelebihan pasokan batu bara internasional dipengaruhi konsumsi China yang merupakan salah satu konsumen terbesar batu bara dunia

“Musim panas berakhir di China, permintaan turun berarti. Puncak musim panas berakhir,” tukasnya.

Agung menjelaskan, formula HBA ditetapkan Kementerian ESDM berdasarkan index pasar internasional. Setidaknya ada 4 index yang dipakai. Landasannya yakni Indonesia Coal Index (ICI), New Castle Global Coal (GC), New Castle Export Index (NEX), dan Platts59.

Kata dia, bobot masing-masing index sebesar 25% dalam formula HBA. Kemudian turunnya HBa karena berakhirnya puncak musim panas.

"Stok di pasar global melebihi permintaan pada Agustus September," tutupnya.

 

KESDM Kirim Bantuan Penyangga Guna Amankan BBM di Sulteng

Halaman: 
Penulis : Riana