logo


Potensi Budidaya Cabai Habanero Masih Terbuka Lebar

Pelaku usaha budidaya Habanero masih terbilang jarang, dan Habanero di Indonesia masih belum banyak dikenal

29 Januari 2015 10:54 WIB

Habanero tergolong cabai merah nan seksi, pedas, beraroma sitrus dan memiliki wangi bunga-bunga. FOTO : ISTIMEWA
Habanero tergolong cabai merah nan seksi, pedas, beraroma sitrus dan memiliki wangi bunga-bunga. FOTO : ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Cabai Habanero atau nama ilmiahnya Capsicum chinense adalah cabai yang sangat pedas, memiliki tingkat kepedasan 100.000–350.000 SHU (Scoville Heat Unit) yang sama atau sebanding 2 sampai 4 kali kepedasan cabe rawit.

Habanero tergolong cabai merah nan seksi, pedas, beraroma sitrus dan memiliki wangi bunga-bunga. Hal itu menjadikan Habanero cabe yang disukai untuk campuran minuman. Terutama sebagai campuran Tequila dan Mezcal. Mezcal adalah minuman keras khas Mexico lengkap dengan cacing hidup di dalamnya untuk menambah cita rasa dan warna minuman tersebut. Habanero pada tequila dan mezcal dicampurkan beberapa hari atau beberapa minggu, tergantung selera untuk cita rasanya.

Habanero aslinya merupakan cabai dari Sungai Amazon dan kemudian dikembangkan di Meksiko. Namun, orang Spanyol kemudian membawanya ke seluruh negara. Dan ternyata menurut sejarah, ahli taksonomi pada tahun 1900an mengira cabai ini berasal dari China (makanya namanya dibukukan sebagai Capsicum Chinense), padahal aslinya dari Sungai Amazon di Brazil.Saat ini cabai ini menjadi ikon penting wilayah Yucatan Mexico.


Raup Untung Hingga Rp 5 Juta dari Pepaya California

Seperti halnya tanaman cabai lain, Habanero juga memiliki banyak khasiat  bagi kesehatan, salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi mengendalikan penyakit kanker. Selain itu kandungan Vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang. Cabai mengandung zat photochemical yang dapat mengurangi sel kanker dan tumor. Bahan aktif dalam Capsicum (kelompok tumbuhan cabai), merangsang otak dan kelenjar ludah melepas endorfin ke dalam tubuh. Endorfin adalah obat penghilang rasa sakit alami dan memberi rasa senang. Capsicum juga merupakan bahan utama untuk mengurangi arthritis dan kerusakan saraf diabetes.

Habanero saat ini memang lebih banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias, dan karena pembudidaya masih jarang maka harga benih cukup mahal, namun nantinya jika dijual dalam skala konsumsi (bentuk buah segar) harga jualnya tentu akan lebih murah.

Saat ini biasanya Habanero dibudidayakan di pot-pot sebagai tanaman sayuran dalam pot karena skala usahanya masih kecil. Pelaku usaha budidaya Habanero masih terbilang jarang, dan Habanero di Indonesia masih belum banyak dikenal. Hal ini tentu membuat peluang usaha budidaya Habanero cukup menjanjikan, apalagi peminatnya bukan hanya untuk pasar lokal saja namun juga berpeluang untuk memenuhi pasar ekspor. Melihat masih sedikitnya pelaku usaha budidaya Habanero, maka persaingan usaha ini juga terbilang masih belum ketat.

Kisah Sukses Sarjana Asal Payakumbuh Raup Cuan ‘Pedas’ dari Budidaya Cabai

Halaman: 
Penulis : Riana