logo


Beri Kepastian bagi Investor, KESDM Rilis Buku Panduan Investasi Gas Bumi

Lewat buku ini para investor dapat mengetahui kondisi neraca gas Indonesia selama 10 tahun ke depan.

2 Oktober 2018 07:59 WIB

Ilustrasi Gas Bumi
Ilustrasi Gas Bumi ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, meluncurkan Buku Neraca Gas Bumi Indonesia (NGI) Tahun 2018-2027, Senin (1/10) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Arcandra menyampaikan bahwa buku ini merupakan salah satu buku yang dapat menjadi data informasi terkait gas bumi Indonesia yang nantinya menjadi rujukan oleh para investor, badan usaha dan Kementerian/Lembaga.

"Kami dari Kementerian ESDM meluncurkan buku neraca gas tahun 2018 sampai 2027. Tujuan dari peluncuran ini adalah untuk memberitahukan informasi yang seakurat mungkin kepada dunia usaha, kepada investor," beber Arcandra, di Jakarta, Senin (1/10).


Guru Besar UI: Program Berkah Energi Pertamina Sangat Efektif Bangun Perilaku Masyarakat

Arcandra melanjutkan, lewat buku ini para investor dapat mengetahui kondisi neraca gas Indonesia selama 10 tahun ke depan.

"Mulai berapa jumlah suplai, demand hingga waktu kapan Indonesia akan kekurangan dan kelebihan gas. Termasuk dalam hal ini suplainya dari mana, demandnya seperti apa dan tahun kapan kita akan kekurangan gas , atau tahun kapan kita akan kelebihan gas," ujarnya.

Kemudian, Arcanda memaparkan, pada tahun 2017, pemanfaatan gas bumi untuk domestik sudah sebesar 59% atau lebih besar dari ekspor yang sebesar 4%.

Di mana, pemanfaatan gas bumi domestik tersebut meliputi sektor industri sebesar 23,18%, sektor kelistrikan sebesar 14,09%, sektor Pupuk sebesar 10,64%, Lifting Migas sebesar 2,73%, LNG Domestik sebesar 5,64%, LPG Domestik sebesar 2,17% dan 0,15% untuk Program Pemerintah berupa Jargas Rumah Tangga dan SPBG. Sedangkan ekspor gas pipa sebesar 12,04% dan LNG Ekspor 29,37%.

20 Operator SPBU Kaltim 'Diterbangkan' Pertamina ke Palu

Halaman: 
Penulis : Riana