logo


Vas Bunga Unik Buatan Warga Desa Pentur Boyolali

Satu vas bambu berukuran kecil biasa dijual dengan harga dua puluh lima ribu Rupiah.

29 September 2018 10:55 WIB

Desa Pentur Boyolali
Desa Pentur Boyolali
dibaca 583 x

Asal usul nama Pentur diambil karena letak wilayah Pentur di dataran tinggi sehingga masyarakat bisa melihat dengan jelas daerah sekitar.

Desa ini juga lebih tinggi daripada desa lain di Kecamatan Simo. Menurut cerita rakyat, nama Desa Pentur berasal dari Bahasa Arab, yakni fandzur yang berarti melihat.

Baca juga : Usaha Budidaya Jamur Merang Desa Temon Boyolali


Mengintip Desa Sembungan Boyolali, dari Kelompok Tani hingga Usaha Sarung Tenun

Konon, kata fandzur kali pertama disebutkan oleh salah satu walisongo yang terkemuka di tanah Jawa, yakni Sunan Kalijogo.

Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan kata dan penyebutan kata fandzur di masyarakat sehingga nama desa itu lebih dikenal dengan nama Pentur.

Desa Pentur berada di ujung barat Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Semarang di sisi barat dan selatan.

Di Desa Pentur juga terdapat gunung yang dijadikan hutan konservasi oleh Universitas Sebelas Maret (UNS).

Mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani, walaupun begitu desa ini tak hanya terkenal sebagai pemasok hasil taninya saja.

Masyarakat mulai mengembangkan potensi dari pohon bambu yang tumbuh lebat di desa. Salah satunya dimanfaatkan sebagai vas bunga anyaman bambu.

Panut Riyanto dan Isterinya adalah pelaku usaha tersebut. Bambu apus khas desa Pentur memiliki karakteristik yang lentur dan mudah dibentuk.

Usaha Budidaya Jamur Merang Desa Temon Boyolali

Halaman: 
Admin : Jitunews Editor