logo


Usaha Budidaya Jamur Merang Desa Temon Boyolali

Mayoritas warga memang menjadi petani dan buruh tani, namun ada juga beberapa warga yang memilih berwirausaha.

29 September 2018 10:45 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi
dibaca 2667 x

Nama dari Desa Temon kemungkinan berasal dari bahasa Jawa yang dapat ditafsirkan ke dalam makna: Temon dari kata Temu yang berarti 'didapatkan kembali setelah hilang'.

Temu bisa juga kependekan dari 'Ketemu' yang berarti bertemu sehingga kata Temon juga dapat merupakan bentuk baku dalam sastra Jawa yang berarti sesuatu benda yang diperoleh dengan tidak sengaja atau dalam bahasa sederhana Temuan.

Desa Temon merupakan salah satu desa di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Dengan luas wilayah 365.2280 m2.


Lestarinya Budaya Tradisional di Tangan Warga Desa Butuh Boyolali

Masyarakat Desa Temon merupakan masyarakat agraris, hampir 90% masyarakat Desa Temon mengelola lahan pertanian untuk mencukupi kehidupan.

Desa ini memiliki visi untuk membangun masyarakat secara menyeluruh demi terwujudnya Desa Temon yang maju, mandiri, sehat dan sejahtera. Dalam rangka menciptakan pengamanan dan keamanan desa temon, peran serta masyarakat sangat kompak, terbukti sejak dasa warsa ini tidak terjadi peristiwa tindak durjana, pembunuhan ataupun pencurian.

Mayoritas warga memang menjadi petani dan buruh tani, namun ada juga beberapa warga yang memilih berwirausaha.

Contohnya usaha budidaya jamur merang yang menjanjikan.

Jamur merang memiliki potensi yang tinggi dari segi konsumen dan pembibitan.

Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh salah satu warga Dukuh Banjarsari RT 011/ RW 003, Desa Temon, Kecamatan Simo, Boyolali.

Mengintip Desa Sembungan Boyolali, dari Kelompok Tani hingga Usaha Sarung Tenun

Halaman: 
Admin : Jitunews Editor