logo


Implementasikan B20, Pertamina Tunggu Pasokan FAME dari Produsen

Adiatma pun membantah jika Pertamina dapat dikenakan sanksi lantaran tidak mematuhi aturan mencampur FAME sebagai penerapan B20.

28 September 2018 12:47 WIB

B20
B20 Dok. KESDM

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Guna mendukung aturan biodiesel 20 persen (B20), PT Pertamina (Persero) sampai saat ini masih terus menunggu distribusi ketersediaan pasokan minyak sawit fatty acid methyl esthers (FAME) dari para produsen

Vice President Communication Coorporate PT Pertamina, Adiatma Sardjito, mengatakan, posisi perusahaannya dalam mematuhi aturan B20 hanya sebagai penerima pasokan FAME saja. Sehingga, koorporasi bergantung kepada para produsen minyak sawit.

“Pertamina memiliki 112 terminal BBM, kemudian 74 sudah siap mengolah FAME. Dari rencana public service obligation (PSO) yang Pertamina terbitkan, baru 58 persen yang disuplai FAME karena kurang pasokan dari produsen,” tutur Adiatma, di Jakarta, kemarin.


Konsumsi BBM Berkualitas di Maluku-Papua Naik, Pertamina: Konsumen Makin Cerdas

Adiatma mengungkapkan, terminal BBM milik Pertamina di daerah yang masih tersendat menerima pasokan FAME dari produsen adalah Papua, Maluku, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Lebih jauh, Adiatma pun membantah jika Pertamina dapat dikenakan sanksi lantaran tidak mematuhi aturan mencampur FAME sebagai penerapan B20. Belum maksimalnya B20 di BBM Pertamina sebab minimnya pasokan FAME.

Menurut dia, justru Pertamina telah melaksanakan kebijakan sejenis sejak 2006. Pada saat itu, Pertamina telah memulai dengan komposisi B250 di BBM produksinya.

"Denda itu hanya berlaku kalau tidak melaksanakan apa yang sudah jadi tugas kita, dalam hal ini Pertamina. Tapi kan FAME tidak ada, nah kalau terkait pasokan FAME kan bukan kami yang urus," tuntasnya.

Wih, Produksi Minyak Lapangan Handil Naik 1.057 Barel Per Hari!

Halaman: 
Penulis : Riana