logo


Ini Kendala Terhentinya RUU Rekayasa Genetik

Rekayasa genetik sangat dibutuhkan oleh produk pertanian karena dapat meningkatkan produksi

28 Januari 2015 16:20 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Guna meningkatkan produksi dan produktivitas sejumlah komoditi dengan memanfaatkan inovasi teknologi, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong percepatan legalisasi Rancangan Undang-undang (RUU) Sumber Daya Genetik yang telah diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 2005 silam.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Hari Priyono mengungkapkan, rekayasa genetik sangatlah dibutuhkan oleh produk pertanian, karena RUU tersebut bisa memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi perkembangan teknologi dalam meningkatkan produksi, produktivitas dan kualitasnya.

“Tetapi salah satu urgensi lain yang penting adalah UU itu harus dapat melindungi kekayaan sumber daya genetik. Seperti kita tahu Indonesia punya sumber yang sangat kaya,” ungkap Hari kepada wartawan, Jakarta.


Rizal Ramli Beri Peringatan Sinyal Tanda Bahaya Krisis Pangan Benar Terjadi.

Salah satu alasan terhentinya proses usulan RUU tersebut, Hari menduga, karena pemakaian benih rekayasa genetika atau Genetically Modified Organism (GMO) yang masih kontroversi untuk beberapa komoditi, seperti jagung.

Meskipun demikian, Hari menyampaikan, pihaknya mendukung disahkannya RUU tersebut untuk memberikan kepastian khususnya terkait perlindungan sumber daya genetik dalam menunjang kekuatan daya saing ekonomi pertanian tanah air.

“Tetap orientasi pangan bukan soal produksi saja tapi juga keamanan pangan dan kesehatannya. Kita tidak mau sumber daya genetik akan mengancam pelestarian sumber daya genetik yang kita miliki,” ujar Hari.

Hari juga menambahkan, UU ini memiliki keterkaitan dengan UU Perlindungan Varietas Tanaman tahun 2000. Hari mengatakan, pihaknya tengah mengusulkan adanya revisi terhadap UU Perlindungan Varietas Tanaman karena harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini.

“Sehingga kami mendorong komisi IV DPR dan Badan Legislatif (Baleg) untuk segera diselesaikannya UU SD genetik setelah itu baru kami akan sempurnakan UU Perlindungan Varietas tanaman. Karena keduanya ini saling berkaitan,” tutupnya.

Jamin Ketersediaan Air di Musim Kemarau, Kementerian PUPR Lakukan Sejumlah Langkah Antisipasi

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin,