logo


Soal Target Bauran EBT, Jonan Optimis Tahun 2025 Capai 23%

Guna mengoptimalkan pemanfaatan EBT, Jonan melakukan pembaruan kebijakan

13 September 2018 14:34 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, saat menjadi panelis utama pada The 2nd World Parliamentary Forum di Bali, Rabu (12/9)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, saat menjadi panelis utama pada The 2nd World Parliamentary Forum di Bali, Rabu (12/9) Dok. KESDM

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Janji Indonesia pada dunia internasional untuk terlibat secara aktif dalam perubahan iklim perlahan menunjukkan hasil nyata. Hasil Conference of the Parties (COP) ke-21 tahun 2015 tentang perubahan iklim yang tertuang dalam Paris Agreement dijawab Indonesia dengan pelaksanaan berbagai kebijakan mengenai Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Disparitas (harga) masih menjadi tantangan. Untuk itu, pemerintah dan parlemen Indonesia mulai menggaungkan EBT agar harga energi bisa terjangkau (affordable)," tutur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, saat menjadi panelis utama pada The 2nd World Parliamentary Forum di Bali, Rabu (12/9) kemarin.

Di hadapan para delegasi, Jonan menyebutkan perkembangan kapasitas terpasang dari pembangkit EBT hingga pertengahan tahun 2018. Sebanyak 140 Mega Watt (MW) bertambah dari panas bumi, 94,1 MW dari tenaga surya, mikrohidro dan angin serta bioenergi menyumbang 18 MW.


Ini 5 WK Giant Field yang Ditemukan Badan Geologi ESDM di Indonesia Timur

"Tentu yang penting dilihat adalah pertumbuhan dari pembangkit dan bagaimana dukungan dari perlemen Indonesia," paparnya.

Eks Dirut Garuda Jadi Direktur Keuangan Pertamina, Begini Respon Wamen ESDM

Halaman: 
Penulis : Riana