logo


DPR: Sebaiknya GoJek Tak Lakukan Ekspansi ke Vietnam, karena…

Pemerintah didesak membuat aturan yang jelas soal kinerja para unicorn.

13 September 2018 12:09 WIB

Jokowi dan Go-Jek di Vietnam.
Jokowi dan Go-Jek di Vietnam. Instagram @jokowi

Sementara itu, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, mendesak Pemerintah membuat aturan yang jelas soal kinerja para unicorn.

"Regulasi tidak ada. Yang sekarang hanya bersifat parsial. Contoh ride sharing hanya diatur PP Menhub. Padahal bisnis unicorn seperti GoJek berkembang luas menjadi 10 bidang," jelasnya.

Dia pun menilai, pemerintah kurang antisipasi terhadap perubahan lingkungan bisnis yang bergerak ke arah digital.


Ahmad Dhani: Ulama Dilarang Bicara Politik, Tapi Ketua Majelis Ulama Terjun ke Politik

"Perlu peta jalan dan blueprint yang jelas. Polemik dapat diakhiri kalau regulator memiliki aturan. Ekonomi digital adalah keniscayaan. Tinggal aturan yang jelas untuk meminimalkan ekses. Kita harus maksimalkan manfaatnya," pungkasnya.

Diketahui, Indonesia perlahan-lahan bergerak menuju ekosistem ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Pasalnya, didukung oleh populasi yang besar dan jumlah pengguna internet yang terus meningkat setiap tahunnya.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebut 143,26 juta orang Indonesia menggunakan internet pada akhir 2017. Dari jumlah ini jelas merupakan pasar yang sangat menggiurkan bagi perusahaan rintisan yang bermimpi untuk menjadi unicorn. Adapun, saat ini terdapat empat unicorn di Indonesia, yakni GoJek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak.

 

Setelah Ngobrol Dengan Presiden Tran Dai Quang, 'Si Hijau' Langsung Diluncurkan di Vietnam!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana