logo


Benih Unggulan Kedelai Diklaim Tokcer

Jika distribusi pupuk telat satu minggu, akan berdampak kerurgian 1 ton.

28 Januari 2015 09:39 WIB

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah.)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah.)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Benih unggulan kedelai hasil temuan peneliti Universitas Gajah Mada (UGM) diklaim mampu meningkatkan produksi kedelai di dalam negeri. UGM bahkan menyatakan benih unggulan itu akan memproduksi kedelai hingga 3,5 ton per hektare.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, benih unggulan itu diharapkan mampu memberikan sumbangan bagi tercapainya swasembada pangan terutama kedelai. "Nahkoda pertanian adalah alumni-alumni UGM," ujarnya.

Dalam rangka mencapai swasembada pangan, Amran menegaskan bahwa distribusi pupuk tepat waktu menjadi solusi utama sehingga panen bisa sesuai dengan target pemerintah. "Tender pupuk lebih tepat sasaran, tunjuk langsung. Tanaman padi tidak bisa ditunda," katanya.


Jamin Ketersediaan Air di Musim Kemarau, Kementerian PUPR Lakukan Sejumlah Langkah Antisipasi

Amran menjelaskan jika distribusi pupuk telat satu minggu, akan berdampak kerurgian 1 ton. Jika 5 juta ha pupuk yang diantarkan terlambat, maka negara kehilangan 5 juta ton padi. "5 juta ton padi itu bisa swasembada," ungkap Amran.

Menurut Amran, distributor harus tepat waktu. Amran menjelaskan para distributor akan diawasi kinerjanya.

Jika distribusi pupuk terlambat, Kementerian Pertanian akan mencabut izin operasi mereka. "Mereka tidak bisa distribusi pupuk tepat waktu maka cabut izinnya. Deptan menugaskan 1 orang 1 kabupaten untuk distribusi dan pengawasan," kata Amran.

Saat ini produksi padi mencapai 53 juta ton, sedangkan kebutuhan masyarakat setiap tahun 60 juta ton yang terdiri dari gabah kering dan beras. Saat ini masih kekurangan 7 juta ton akibat keterlambatan pengadaan pupuk.

 

Program Lumbung Pangan Baru di Kallteng, Kementerian PUPR Programkan Rehabilitasi 85.500 ha

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid