logo


Pengamat Politik: Iklan Infrastruktur Jokowi di Bioskop Sangat Tidak Etis

Pemerintah maupun pemilik bioskop mestinya menyadari bahwa ruangan bioskop bukanlah ruangan publik yang gratis

12 September 2018 18:48 WIB

Pengamat politik Ray Rangkuti.
Pengamat politik Ray Rangkuti. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Politik dari Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti menilai iklan tentang kesuksesan pembangunan infrastruktur di era Presiden Joko Widodo yang diputarkan di bioskop-bioskop sebaiknya dicopot oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Ray menilai sangat tidak etis iklan tersebut di putarkan di bioskop, pasalnya akan menggangu pengunjung yang akan menonton film.

Baca Juga: Hey Pria, Syahrini Nggak Suka yang Botak-Botak Lho: Begitu Masuk Sudah...


Iklan Infrastruktur Jokowi Diprotes, NasDem: Apa Alasan Mereka?

“Baiknya itu dicopot, sangat tidak etis. Orang datang ke bioskop itu untuk menikmati film. Lalu mereka masuk ke dalam bioskop dengan memberi tiket. Tentu saja dibenak mereka tidak ada gambaran akan menikmati iklan layanan pemerintah seperti itu,” ujar Ray saat dihubungi Jitunews.com, Rabu (12/9).

Baca Juga:

5 Pelawak yang Dinilai Tak Bisa Melawak Tapi Malah Laku Keras, Siapa Saja?

Iklan Infrastruktur Jokowi Diprotes, NasDem: Apa Alasan Mereka?

Pantun 'Pilih Jokowi Masuk Surga' Diprotes, Farhat Abbas: Pantun Saya Ini Dakwah

Tak Mau Dicap Main Dua Kaki, SBY Akan Segera Lakukan Ini!

OK OCE Disebut Produk Gagal, Sandi: Kami Pastikan Diangkat Skala Nasional

Ray menambahkan baik pemerintah maupun pemilik bioskop mestinya menyadari bahwa ruangan bioskop bukanlah ruangan publik yang gratis karena para penonton diharuskan membayar tiket sebelum memasuki bioskop.

Pantun 'Pilih Jokowi Masuk Surga' Diprotes, Farhat Abbas: Pantun Saya Ini Dakwah

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata